Keterbatasan fisik tak menyurutkan pasangan suami istri (pasutri) Adhari Zilvandana (32) dan Imas Nurhayati (23) untuk membuka usaha hingga bisa berkembang dan bisa mempekerjakan orang lain.
Pasutri asal Perum Kelapa Gading, RT 2/7, Desa Padasuka, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang ini merupakan penyandang disabilitas tuna rungu dan tuna wicara. Namun, untuk Imas masih bisa berbicara meskipun sedikit berbeda dengan orang pada umumnya.
Kini, pasutri yang memiliki usaha digital printing itu usahanya semakin maju dan sudah memiliki tempat sendiri serta memiliki karyawan yang juga penyandang disabilitas tuna rungu dan tuna wicara.
Tempat usaha mereka berada di Kampung Panunjang RT 1/9, Desa Girimukti, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang. Disini, mereka memproduksi cashing ponsel, bantal, stiker, dan mug yang ditempel gambar atau foto.
