Profil Donatur
       Logout
Phone: (+62) 857 1539 2888 info.cagarfoundation@gmail.com

Cagar

  • Home
  • Layanan Donatur
    • Registrasi Donatur
    • Konfirmasi Donasi
    • Rekening Donasi
    • Jemput Donasi
    • Login Donatur
  • Program
    • Be A Special
      • Penyerahan donasi beasiswa pendidikan
      • Be A Special
    • Qurbanisasi (Qurban Istimewa Nasional)
      • BERKAH KURBAN BAGI SESAMA
    • Nusa Indonesia
      • Rumah Zakat Menyalurkan Bantuan Pangan (Nutrisi Anak Spesial) kepada anak binaan CAGAR Foundation
      • Ucapan Terima kasih dan Apresiasi kepada yang telah berkontribusi untuk program nusa indonesia
      • PROGRAM NUSA
    • Program Kami
  • Panduan
    • Panduan Donasi Online
    • Panduan Jemput Donasi
    • Semua Panduan
  • Berita
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Kontak
  • Galeri
  • Donasi
01 Feb

Sahabat Pelangi, Kisah Inspiratif Perjuangan Penyandang Disabilitas Menembus Batas

2021-02-01 10:08:05 By Cagar Foundation Berita 604 Views

Jemari Cintya (23) lincah menari di atas tuts piano. Ia tengah memainkan sebuah komposisi berjudul "River Flows In You" yang diciptakan Komposer dan Pianis berdarah Korea Selatan-Inggris, Yiruma pada 19 tahun lalu. Pundaknya bergoyang kecil mengikuti irama. Perempuan berkaca mata ini sesekali melempar pandangan pada kucing kesayangannya yang duduk di atas punggung piano.

"Saya belajar banyak dari Cintya," tutur sang ibu membuka percakapan dalam video yang diunggah di channel YouTube Indonesian Inclusion Film pada 30 Juni 2020.

Ia menuturkan Cintya adalah penyandang disabilitas autis. Kendati memiliki keterbatasan, namun semangat Cintya untuk menekuni hobinya bermusik sangat luar biasa.

Andhityas Cintya Widianna, demikian nama lengkapnya, telah belajar musik sejak kecil. Adalah orang tuanya yang memberikan motivasi dan memfasilitasi minat serta bakatnya. Ia mahir bermain piano klasik, flute dan gitar.

"(Dalam membimbing Cintya) harus tetap sabar dan juga harus ikhlas," katanya dalam video bertajuk "Sahabat Pelangi" ini.

Kepada anaknya, sang ibu juga selalu berpesan tetap berkarya, semangat, dan jangan mudah menyerah. Pesan ini terus menyertai Cintya dalam berkarya. Di usianya yang masih belasan tahun, ia bahkan telah membuat album musik bersama teman-temannya yang juga Autis.

"Kami masih bisa berkarya dari rumah, kamu juga ya," tutur Cintya dalam video mencoba menyemangati disabilitas lainnya.

Selain Cintya, perjuangan menembus batas juga memancar dari sosok Angga Tribuana Putra (23). Penyandang disabilitas fisik Celebral Palsy yang juga Atlet Electronic Sport (E-sport) nasional ini memiliki sederetan prestasi yang mengharumkan nama Indonesia di tingkat nasional dan asia. Ia pernah meraih juara kedua di turnamen e-sport di Mumbai, India. Ia juga telah dipercaya menjadi official team PSSI untuk Paragames di Manila, Filipina.

Angga adalah sosok pembelajar mandiri. Kendati tak pernah bersekolah formal dan tidak bisa berbicara, Ia tekun belajar secara otodidak. Dalam kehidupan sehari-hari, ia berkomunikasi menggunakan tulisan pada telepon pintar atau komputer dengan satu jarinya.

Ibu Angga mengatakan walaupun dengan kekurangannya, Angga tidak pernah mengeluh dan putus asa. Ia berharap Angga selalu menjadi sosok yang rendah hati dan terus menjadi inspirasi bagi teman-teman disabilitas yang lain.

"Tentu saya sebagai ibunya sangat bangga dengan yang dilakukan sampai Angga jadi seperti ini," ucap sang ibu.

Disabilitas lain yang menginspirasi adalah Dody Iskandar. Ia adalah penyandang disabilitas Sensorik Netra yang berprofesi sebagai Guru Musik di sebuah sekolah di Jakarta. Ia belajar musik di Purwacaraka Music Studio. Ia mendapat beasiswa di sekolah ini dan pembelajarannyapun dipimpin langsung oleh sang pemilik sekolah yang juga musisi kenamaan Indonesia Purwacaraka.

Perjalanannya bermain musik tidak mudah. Ia pernah mengalami stigma dari orang lain. "Ada seorang OB (Office Boy) di sana, ketika dia mengetahui kondisi saya tuna netra, dia enak saja bilang, mana bisa tunanetra masuk sini, dia tidak bisa menyesuaikan diri dengan yang lain," kenang Dody.

Belakangan, saat dites oleh Purwacaraka, ternyata Dody yang tak dapat melihat ini justru mampu menghidupkan sensor lain. Kolaborasi intuisi dan sentuhan jemari di tuts keyboard membuat pendengar mengira ia bukanlah penyandang disabilitas sensorik netra.

"Beliau (Purwacaraka) menerima untuk masuk dan langsung meminta saya untuk mempersiapkan diri untuk ikut konser," katanya.

Hari Disabilitas Internasional 2020 Kisah Cintya, Angga dan Dody menjadi salah satu film pendek yang menghiasi website creativedisabilitiesgallery.com. Sebuah website yang digagas Kementerian Sosial dalam rangka merayakan Hari Disabilitas Internasional 2020. Hingga 30 November 2020, sebanyak 4.723 pengunjung telah melihat website ini.

"Website ini dipersembahkan untuk para penyandang disabilitas di seluruh Indonesia yang aktif berkarya dan mengukir prestasi, serta apresiasi terhadap kerja keras mereka," kata Menteri Sosial Juliari P. Batubara.

Menteri mengatakan peluncuran website ini menandai dimulainya rangkaian acara menyambut HDI 2020 dimana seluruh kegiatan perayaan dilakukan secara daring atau secara virtual. Tujuannya agar semua pihak dapat menyaksikan perayaan HDI 2020 di manapun mereka berada sebagai bagian dari upaya membangun kepedulian masyarakat bagi perwujudan kehidupan yang lebih aksesibel dan inklusif.

"Hari Disabilitas Internasional 2020 mengangkat tema 'Membangun Kembali Kehidupan yang Lebih Baik, Lebih Inklusif, Lebih Aksesibel dan Berkelanjutan Pascapandemi Covid-19.' Untuk itu saya mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk merayakan HDI 2020 dengan semangat menghilangkan hambatan, dan membuka peluang pemulihan kondisi ekonomi para penyandang disabilitas pascapandemi Covid-19 untuk memastikan kualitas kehidupan penyandang disabilitas yang lebih baik," terang pria yang memiliki kepedulian besar terhadap isu-isu penyandang disabilitas ini.

Website Creative Disability Gallery merupakan galeri virtual berbentuk dome yang menampilkan beragam acara seperti pameran karya penyandang disabilitas, pertunjukan kreatif, talkshow, sharing session, live games, dan kisah-kisah inspiratif para penyandang disabilitas.

Pada situs ini pengunjung dapat menyaksikan karya dan produk penyandang disabilitas yang berkualitas, mengenal lebih dekat lagi para penyandang disabilitas, dan memetik pembelajaran dari semangat mereka yang selalu menyala di tengah keterbatasan.

 

beritasatu.com

  • Share This Story

Program Kami

  • Be A Special
  • Qurbanisasi (Qurban Istimewa Nasional)
  • Nusa Indonesia
  • SEDEKAH JUM'AT
  • SUPER SPESIAL
  • RUMAH ISTIMEWA
  • MAPAN IBK (Program Kemandirian & Pemberdayaan Insan Berkemampuan Khusus)
  • Hasil Karya Mapan IBK

Berita Terbaru

  • Popular
  • Recent
  • Kisah Imam Al Warraq, Orangtua Anak Berkebutuhan Khusus 2018-12-12 13:34:16
  • 10 Penyandang Disabilitas Di Indonesia Yang Berprestasi 2020-01-28 11:13:52
  • Kisah Anak-anak Penghafal Qur’an yang Akan Membuatmu Menangis Haru 2021-06-22 10:10:29
  • apa itu disabilitas sensorik? 2019-11-13 13:55:24
  • Akses Kesehatan untuk Semua: Skrining Jantung IDAI kepada Anak Berkebutuhan Khusus Rumah Autis Tanjung Priok 2026-04-09 10:05:43
  • Ramadhan Inklusif Bersama Cagar Foundation 2026-04-07 15:02:07
  • Ramadhan Ceria, Semua Anak Istimewa 2026-04-07 11:48:44
  • Petani Binaan CIF “Diserbu” 2026-01-29 10:37:30
  • >

About Us

YAYASAN CAHAYA KELUARGA FITRAH

  • Kantor  :  

    Jl.Dr.Ratna No.10 B, Jatikramat, Jatiasih. Bekasi.

  • Phone  : 

    (+62) 857 1539 2888

  • Email   :

    info.cagarfoundation@gmail.com

Social Media

Follow Our Social Media:

  • Yayasan Cahaya Keluarga Fitrah
  • CagarFoundation
  • cagarfoundation

© Copyright 2023 | CAGAR Foundation