Kisah kepedulian dan kasih yang tulus ikhlas dari sepasang suami istri ini terbilang luar biasa, sebagian besar waktu dalam kehidupannya lebih banyak digunakan untuk mengurus dan mendidik anak-anak disabilitas intelektual maupun down syndrome di BBRSPDI Kartini Temanggung.
Karena kesabaran dan panggilan hati nurani terdalam Ny Yanti dan Singgih di luar kegiatannya sebagai guru pengajar di BBRSPDI Kartini Temanggung, beliau tercetus mendirikan Rumah Inspirasi Mandiri dua tahun yang lalu tepatnya tanggal 16 Agustus 2016 lalu di kediamannya, atas dorongan putri cantik semata wayangnya yang mengidap celebral palsy usia 8 tahun yang bernama Olivia Ghalia Nuha yang berarti putri yang baik hati dan mandiri.
Rumah Inspirasi diberi nama sesuai nama putri semata wayangnya yaitu Ghalia Nuha, putrinya yang menginginkan sekolah bagi anak-anak yang mengalami hambatan dalam tumbuh kembangnya.
“Sekolah ini kami bangun atas prakarsa putri kami yang mempunyai keinginan membuat sarana pendidikan yang diperuntukkan bagi anak anak yang mempunyai keterbatasan”, kata Ny Yanti dan singgih.
Rumah inspirasi adalah rumah pelatihan dan terapi untuk anak anak berkebutuhan khusus usia 2 - 10 tahun yang mengalami gangguan dalam tumbuh kembangnya. Hal itu bisa disebabkan karena virus toxoplasma, keracunan mercury, down syndrome, over dosis obat saat bayi, kejang, hamil di usia yang tua maupun ibunya dalam kondisi depresi dan lain-lain.
Di Temanggung dan sekitarnya ternyata banyak ditemui anak-anak berkebutuhan khusus yang belum tertangani dengan baik dan mereka dari keluarga yang tidak mampu dan mereka bertempat tinggal berpencar-pencar hingga ke pelosok desa.
Dalam keseharian Yanti, selain melakukan terapi pada anak-anak yang berkebutuhan khusus usia 2 - 10 tahun juga memberi pelatihan membatik pada orang tua anak-anak tersebut agar mereka mendapat penghasilan untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.
Selama dua tahun rumah inspirasi berdiri ada 10 anak usia 2 - 10 tahun dengan jenis kelainan yang berbeda-beda ada Celebral Palsy, hiperaktif, autis, disabilitas intelektual, down syndrome, hambatan bicara yang dibinanya. Di samping tentunya tetap membina siswa - siswa remaja yang di BBRSBG Kartini.
“Di sini kami selain memberikan terapi pada anak-anak, kami juga membantu orangtua anak anak tersebut dengan memberikan bimbingan pembuatan batik, yang kami harapkan bisa membantu ekonomi keluarga mereka”, ujar keduanya..
Oleh Yanti dan Singgih, anak anak dilatih bagaimana melakukan terapi bicara, cara membiasakan toilet training, melatih anak untuk duduk, berjalan dan lain-lain.
“Sebaiknya keluarga bisa ikut berperan aktif dalam membantu pelaksanaan terapi anak anak tersebut di tengah keluarga, sehingga kemajuan bisa lebih cepat tercapai”, ujar Yanti dan Singgih lagi.
Kegiatan lainnya yang dilakukan Ny Yanti, yaitu membantu anak dan orangtua dalam menggali potensi yang dimilikinya seperti bagi yang memiliki keahlian menjahit, akan diupayakan dikembangkan kemampuannya itu untuk menerima jasa menjahit yang 10 persen hasilnya akan digunakan untuk operasional Rumah Inspirasi Ghalia Nuha.
“Jangan pernah mengeluh dan jangan menganggap beban jika memiliki anak yang berbeda dengan anak normal lainnya, Ikhlas, sabar, merawat penuh kasih sayang perlakukan sama dengan anak kita yang normal lainnya”, pesan Ny Yanti.
Sumber : wartakota.tribunnews.com
