Profil Donatur
       Logout
Phone: (+62) 857 1539 2888 info.cagarfoundation@gmail.com

Cagar

  • Home
  • Layanan Donatur
    • Registrasi Donatur
    • Konfirmasi Donasi
    • Rekening Donasi
    • Jemput Donasi
    • Login Donatur
  • Program
    • Cagar Explore
      • Belum Ada Kegiatan
    • Be A Special
      • Penyerahan donasi beasiswa pendidikan
      • Be A Special
    • Kebunesia.id
      • CIF Mengubah Lahan Tidur Menjadi Lahan Produksi Pangan
    • Program Kami
  • Panduan
    • Panduan Donasi Online
    • Panduan Jemput Donasi
    • Semua Panduan
  • Berita
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Kontak
  • Galeri
  • Donasi
04 Agu

Perjuangkan Hak, Anak Disabilitas Harus Berani Jadi Pelopor dan Pelapor

2020-08-04 10:04:43 By Cagar Foundation Berita 508 Views

Ulya Mutmainnah penyandang disabilitas daksa memberikan pandangan terkait hak anak disabilitas. Menurutnya, anak-anak dengan disabilitas harus berani menjadi pelopor dan pelapor.

“Beberapa anak disabilitas mendapatkan kekerasan mulai dari pemukulan hingga kekerasan seksual. Tapi biasanya anak-anak difabel memiliki ketakutan tersendiri untuk melapor,” ujar Ulya dalam Kongkow Inklusif Konekin (25/7/2020).

Menurutnya, anak-anak difabel perlu memiliki keberanian untuk melaporkan segala tindakan yang berkaitan dengan perenggutan hak serta norma yang berlaku.

“Anak disabilitas bisa jadi pelapor dan pelopor mereka bisa berperan aktif. Walau punya keterbatasan, kita harus berani kalau ada sesuatu yang melanggar norma, lapor kepada orangtua.”

Selain, kekerasan fisik, baru-baru ini Ulya juga menemukan perundungan secara daring pada anak difabel. Perundungan ini berawal ketika difabel tersebut mengunggah status berisi curahan hati di media sosial. Namun, respon beberapa netizen malah mengolok-olok unggahan tersebut.

“Di masa pandemi seperti ini media sosial menjadi pelarian bagi anak difabel. Yang biasanya mereka bertemu teman kini tidak bisa, makanya mereka curhat di media sosial.”

Tantangan Anak Difabel di Masa Pandemi

Ulya menambahkan, pembelajaran di rumah selama pandemi COVID-19 tidak selalu berjalan mulus bagi beberapa anak dengan ragam disabilitas tertentu. Mereka cenderung tidak dapat menggunakan gawai sendiri, begitu pula orangtua mereka yang tidak mengerti cara mengaksesnya.

“Ada slogan ‘Gembira di Rumah’ tapi faktanya tidak semua anak merasa gembira di rumah. Anak dengan disabilitas berat bisa mengalami depresi ringan, yang awalnya bisa bersosialisasi kini hanya tinggal di rumah.”

Hal tersebut memicu beban mental, imbuhnya. Ditambah, tugas-tugas yang semakin banyak sedangkan mereka tidak dapat menyesuaikan dengan metode pembelajarannya.

“Pembelajaran harusnya mengikuti kebutuhan anak,” pungkasnya.

liputan6.com

  • Share This Story

Program Kami

  • Cagar Explore
  • Be A Special
  • Kebunesia.id

Berita Terbaru

  • Popular
  • Recent
  • Kisah Imam Al Warraq, Orangtua Anak Berkebutuhan Khusus 2018-12-12 13:34:16
  • 10 Penyandang Disabilitas Di Indonesia Yang Berprestasi 2020-01-28 11:13:52
  • Kisah Anak-anak Penghafal Qur’an yang Akan Membuatmu Menangis Haru 2021-06-22 10:10:29
  • apa itu disabilitas sensorik? 2019-11-13 13:55:24
  • Merajut Kebersamaan dengan Insan Spesial di Lahan Wakaf Cagar - Bandung Barat 2026-06-24 13:59:10
  • Wujudkan Layanan Disabilitas Terbaik, Cagar Foundation Ikuti Pelatihan Manajemen Lembaga Kesejahteraan Sosial dan Persiapkan Reakreditasi 2026-06-15 14:10:33
  • Qurban Spesial Semakin Istimewa 2026-06-09 14:14:43
  • Akses Kesehatan untuk Semua: Skrining Jantung IDAI kepada Anak Berkebutuhan Khusus Rumah Autis Tanjung Priok 2026-04-09 10:05:43
  • >

About Us

YAYASAN CAHAYA KELUARGA FITRAH

  • Kantor  :  

    Jl.Dr.Ratna No.10 B, Jatikramat, Jatiasih. Bekasi.

  • Phone  : 

    (+62) 857 1539 2888

  • Email   :

    info.cagarfoundation@gmail.com

Social Media

Follow Our Social Media:

  • Yayasan Cahaya Keluarga Fitrah
  • CagarFoundation
  • cagarfoundation

© Copyright 2023 | CAGAR Foundation