Profil Donatur
       Logout
Phone: (+62) 857 1539 2888 info.cagarfoundation@gmail.com

Cagar

  • Home
  • Layanan Donatur
    • Registrasi Donatur
    • Konfirmasi Donasi
    • Rekening Donasi
    • Jemput Donasi
    • Login Donatur
  • Program
    • Be A Special
      • Penyerahan donasi beasiswa pendidikan
      • Be A Special
    • Qurbanisasi (Qurban Istimewa Nasional)
      • BERKAH KURBAN BAGI SESAMA
    • Nusa Indonesia
      • Rumah Zakat Menyalurkan Bantuan Pangan (Nutrisi Anak Spesial) kepada anak binaan CAGAR Foundation
      • Ucapan Terima kasih dan Apresiasi kepada yang telah berkontribusi untuk program nusa indonesia
      • PROGRAM NUSA
    • Program Kami
  • Panduan
    • Panduan Donasi Online
    • Panduan Jemput Donasi
    • Semua Panduan
  • Berita
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Kontak
  • Galeri
  • Donasi
13 Des

Penyebab rasa Panik pada Penyandang Autisme

2019-12-13 09:25:34 By Cagar Foundation Berita 701 Views

Ketua Disability Matters, Ellen Stumbo menuliskan 11 hal yang dapat menjadi pemicu serangan panik bagi penyandang autisme.

Seperti dilansir dari The Mighty, pemicu serangan panik tersebut antara lain perubahan rutinitas, terlalu banyak suara bising, lingkungan baru, tempat-tempat ramai, tidak menemukan kebutuhan dasar, ketika orang-orang tidak dalam level yang sama, terlalu banyak yang diindera, adanya pemicu spesifik atau pemicu kecil, ketika sesuatu berjalan di luar kontrol, merasa terperangkap, dan interaksi sosial yang tidak nyaman.

Ellen merangkum kesebelas faktor ini dari komentar para penyandang autisme di media sosial.

1.       Rutinitas Baru

Menurut Ellen banyak orang yang melakukan pekerjaan sehari-hari secara spontan tapi sebagian orang lebih nyaman ketika dirinya menetapkan rutinitas sehingga dapat menebak aktivitas selanjutnya.

Perubahan rutinitas secara tiba-tiba dapat menyebabkan kepanikan. Seorang warganet bernama Chris K menjawab, dirinya akan panik atau meltdown ketika sesuatu tidak berjalan sesuai rencana.

2.       Terlalu bising

Sensitivitas sensor dapat membuat orang merasakan berbagai hal dalam satu waktu. Contohnya, di tempat-tempat ramai seseorang dapat melihat, mendengar, mencium, dan merasakan di waktu bersamaan yang menyebabkan stimulasi berlebih.

Seorang warganet dengan autisme bernama Cameron Park menjawab di media sosial. Hal yang dapat memicu meltdown adalah tempat-tempat dengan kebisingan yang tiba-tiba tanpa permulaan.

Lingkungan Baru dan Tempat Ramai

3.       Lingkungan yang Baru

Ellen menambahkan, mungkin ada berbagai cara untuk sebuah lingkungan baru dapat menjadi pemicu kepanikan. Di tempat baru tentunya rutinitas pun baru serta banyak orang-orang baru. Andie K seorang warga net menulis, orang-orang baru biasanya tidak mengerti keadaan dia. Pada akhirnya bullyiing dapat terjadi dan memberi efek sangat negatif bagi Andi. Hanya sebagian orang baru yang berpikir sebelum bicara dan lebih hati-hati dalam berprasangka.

4.       Tempat-Tempat Ramai

Kebanyakan tempat umum sangat ramai dikunjungi orang seperti mall, stasiun, rumah makan, tempat wisata, dan bahkan bioskop. Tempat dengan banyak kebisingan dan orang dapat sangat mengganggu orang dengan autisme dan memicu kepanikan. Pergi ke tempat yang lebih sepi dan tidak terlalu ramai akan sangat membantu.

Mony P seorang autis menuliskan, setelah dewasa ia mulai jarang mendapat serangan panik karena ia belajar untuk mengidentifikasi faktor apa yang memicu panik. Namun, tetap saja ketika ia berpikir tentang tempat ramai seperti mall, pernikahan, dan club tetap dapat membuat dia gugup. Satu hal yang dapat membuat dia lebih tenang adalah beristirahat selama 10 sampai 15 menit di tempat yang sepi.

5.       Tidak Mendapat Kebutuhan Dasar

Tidak mendapatkan kebutuhan-kebutuhan primer seperti makanan, air, dan tidur dapat sangat mengganggu pengidap autis. Hal tersebut dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan kelelahan. Di saat seperti itu, pengidap akan sangat mudah diserang pemicu-pemicu panik dari sekitar.

 Sally F. seorang autis menuliskan, meltdown dapat disebabkan kelelahan, kurangnya makanan, dehidrasi, dan terlalu banyak kontak dengan orang. Kunci untuk untuk mengurangi meltdown adalah tidur cukup delapan jam, makanan bernutrisi dengan protein, air, ketenangan dan kedamaian.

liputan6.com

  • Share This Story

Program Kami

  • Be A Special
  • Qurbanisasi (Qurban Istimewa Nasional)
  • Nusa Indonesia
  • SEDEKAH JUM'AT
  • SUPER SPESIAL
  • RUMAH ISTIMEWA
  • MAPAN IBK (Program Kemandirian & Pemberdayaan Insan Berkemampuan Khusus)
  • Hasil Karya Mapan IBK

Berita Terbaru

  • Popular
  • Recent
  • Kisah Imam Al Warraq, Orangtua Anak Berkebutuhan Khusus 2018-12-12 13:34:16
  • 10 Penyandang Disabilitas Di Indonesia Yang Berprestasi 2020-01-28 11:13:52
  • Kisah Anak-anak Penghafal Qur’an yang Akan Membuatmu Menangis Haru 2021-06-22 10:10:29
  • apa itu disabilitas sensorik? 2019-11-13 13:55:24
  • Akses Kesehatan untuk Semua: Skrining Jantung IDAI kepada Anak Berkebutuhan Khusus Rumah Autis Tanjung Priok 2026-04-09 10:05:43
  • Ramadhan Inklusif Bersama Cagar Foundation 2026-04-07 15:02:07
  • Ramadhan Ceria, Semua Anak Istimewa 2026-04-07 11:48:44
  • Petani Binaan CIF “Diserbu” 2026-01-29 10:37:30
  • >

About Us

YAYASAN CAHAYA KELUARGA FITRAH

  • Kantor  :  

    Jl.Dr.Ratna No.10 B, Jatikramat, Jatiasih. Bekasi.

  • Phone  : 

    (+62) 857 1539 2888

  • Email   :

    info.cagarfoundation@gmail.com

Social Media

Follow Our Social Media:

  • Yayasan Cahaya Keluarga Fitrah
  • CagarFoundation
  • cagarfoundation

© Copyright 2023 | CAGAR Foundation