Profil Donatur
       Logout
Phone: (+62) 857 1539 2888 info.cagarfoundation@gmail.com

Cagar

  • Home
  • Layanan Donatur
    • Registrasi Donatur
    • Konfirmasi Donasi
    • Rekening Donasi
    • Jemput Donasi
    • Login Donatur
  • Program
    • Be A Special
      • Penyerahan donasi beasiswa pendidikan
      • Be A Special
    • Qurbanisasi (Qurban Istimewa Nasional)
      • BERKAH KURBAN BAGI SESAMA
    • Nusa Indonesia
      • Rumah Zakat Menyalurkan Bantuan Pangan (Nutrisi Anak Spesial) kepada anak binaan CAGAR Foundation
      • Ucapan Terima kasih dan Apresiasi kepada yang telah berkontribusi untuk program nusa indonesia
      • PROGRAM NUSA
    • Program Kami
  • Panduan
    • Panduan Donasi Online
    • Panduan Jemput Donasi
    • Semua Panduan
  • Berita
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Kontak
  • Galeri
  • Donasi
02 Nov

Pentingnya Terapi untuk Orangtua Anak Autis

2018-11-02 13:10:04 By Cagar Foundation Berita 1200 Views

Tidak dapat dipungkiri bahwa terapi merupakan cara terbaik untuk membantu anak berkebutuhan khusus (ABK) dalam mengatasi berbagai kendala yang mereka hadapi. Demikian juga bagi anak-anak autis yang mengalami hambatan tumbuh kembang dalam kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain.  Selain bertujuan untuk melatih anak agar bisa bersosialisasai, terapi juga diperlukan anak autis untuk melatih kemandirian dan mengembangkan potensi yang mereka miliki.

Namun, ternyata terapi tidak hanya diperlukan oleh anak autis maupun ABK lainnya. Dalam dialog interaktif bertajuk “Best and Proven Way to Treat Autism”  yang digelar Klinik Terapi dan  Sekolah Luar Biasa Anak Madiri di Hotel Aryaduta, pekan lalu, terungkap bahwa terapi juga diperlukan oleh para orangtua yang memiliki ABK, seperti autis. Tujuannya, selain untuk membantu dalam melanjutkan terapi di rumah, juga untuk meningkatkan pemahaman orangtua dalam menghadapi kondisi anaknya yang berkebutuhan khusus. 

“Terapi yang diikuti setiap anak autis di klinik terapi biasanya sekitar satu jam dalam setiap sesi. Jika orangtua juga ikut memahami jenis terapi yang diberikan, tentu mereka bisa melanjutkan terapi serupa di rumah, sehingga hasilnya akan lebih optimal dibandingkan cuma jadwal terapi di pusat terapi,” tutur Rovanita Rama, Pemiliki Klinik Terapi dan Sekolah Luar Biasa Anak Mandiri  yang didampingi Fanshur Dhigfain, terapis wicara di Klinik Terapi dan Sekolah Luar Biasa Anak Mandiri.

Dalam dialog tersebut juga dibahas mengenai pendidikan bagi anak autis, sebagai bekal bagi mereka untuk meningkatkan kemampuan  dalam memupuk kemandirian.  Sebagaimana anak-anak umumnya, kemampuan anak-anak autis juga tidaklah sama antara satu dengan lainnya.  Karena itu, dierlukan jenis pendidikan dan pelatihan yang tepat agar anak  mendapat bekal pengetahuan yang sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Anak autis dapat dibedakan berdasarkan kemampuan dasar mereka dalam bersikap, yaitu low function dan high function. Anak autis low function umumnya memiliki kemampuan berkomunikasi yang sangat rendah, bahkan tidak bisa berbicara sama sekali.  Bagi anak-anak seperti ini, pembelajaran yang diberikan lebih difokuskan kepada peningkatkan kemampuan dasar mereka dalam mengasah keterampilan. Karenanya, selain mengikuti terapi dan pendidikan di sekolah khusus, mereka juga diarahkan untuk melakukan kegiatan pengembangan diri guna meningkatkan kemandirian dan kemampuan dalam mengontrol perilaku.

Berbeda halnya dengan anak autis high function yang lebih mampu dalam berinteraksi, sekaligus memiliki kontrol diri yang lebih baik dibandingkan anak autis low function. Mereka bisa melanjutkan pendidikan di sekolah umum yang memiliki program inklusi, yaitu program khusus untuk ABK. Tentu saja hal ini memerlukan kerja sama dari pihak sekolah inklusi, dalam menyediakan fasilitas pendukung yang diperlukan anak-anak autis maupun ABK lainnya.

“Masalahnya, saat ini masih sangat terbatas sarana dan fasilitas pendukung yang bisa disediakan sekolah inklusi. Terutama bagi anak-anak autis yang memerlukan lebih banyak pendampingan dalam setiap aktivitasnya, kita berharap perhatian untuk anak autis bisa lebih ditingkatkan di masa datang,” harap Rovanita.

Selain perlakuan berbeda terhadap anak autis low function dan high function, pemberian diet bagi anak autis juga tidak sama antara satu dengan lainnya. Hal ini disebabkan adanya pantangan yang berbeda pada setiap anak dalam konsumsi makanan tertentu. Karenanya, diperlukan makanan yang tepat, agar anak autis bisa tumbuh dan berkembang optimal.  Namun, secara umum anak autis rentan terhadap protein susu

 

Sumber : Riaupos.co

  • Share This Story

Program Kami

  • Be A Special
  • Qurbanisasi (Qurban Istimewa Nasional)
  • Nusa Indonesia
  • SEDEKAH JUM'AT
  • SUPER SPESIAL
  • RUMAH ISTIMEWA
  • MAPAN IBK (Program Kemandirian & Pemberdayaan Insan Berkemampuan Khusus)
  • Hasil Karya Mapan IBK

Berita Terbaru

  • Popular
  • Recent
  • Kisah Imam Al Warraq, Orangtua Anak Berkebutuhan Khusus 2018-12-12 13:34:16
  • 10 Penyandang Disabilitas Di Indonesia Yang Berprestasi 2020-01-28 11:13:52
  • Kisah Anak-anak Penghafal Qur’an yang Akan Membuatmu Menangis Haru 2021-06-22 10:10:29
  • apa itu disabilitas sensorik? 2019-11-13 13:55:24
  • Akses Kesehatan untuk Semua: Skrining Jantung IDAI kepada Anak Berkebutuhan Khusus Rumah Autis Tanjung Priok 2026-04-09 10:05:43
  • Ramadhan Inklusif Bersama Cagar Foundation 2026-04-07 15:02:07
  • Ramadhan Ceria, Semua Anak Istimewa 2026-04-07 11:48:44
  • Petani Binaan CIF “Diserbu” 2026-01-29 10:37:30
  • >

About Us

YAYASAN CAHAYA KELUARGA FITRAH

  • Kantor  :  

    Jl.Dr.Ratna No.10 B, Jatikramat, Jatiasih. Bekasi.

  • Phone  : 

    (+62) 857 1539 2888

  • Email   :

    info.cagarfoundation@gmail.com

Social Media

Follow Our Social Media:

  • Yayasan Cahaya Keluarga Fitrah
  • CagarFoundation
  • cagarfoundation

© Copyright 2023 | CAGAR Foundation