Jakarta, Ahad, 2 Juni 2024 - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) telah merilis Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) Tahun 2021. Hasilnya secara garis besar, prevalensi anak usia 13-17 tahun pernah mengalami satu jenis kekerasan atau lebih disepanjang hidupnya. Data SIMFONI Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) tahun 2021 dari Januari sampai dengan Desember 2021, jumlah anak korban kekerasan yang dilaporkan sebanyak 15.912 anak.
Yayasan Cahaya Keluarga Fitrah ditunjuk sebagai Lembaga Mitra oleh KemenPPPA bersama LPPM Universitas Negeri Jakarta serta mendapat pendampingan dari ASWGI (Asosiasi Pusat Studi Wanita Wanita/Gender dan Anak Indonesia) mendapatkan kepercayaan untuk melaksanakan lanjutan Program Resiliensi dan Penguatan Kapasitas Anak Penyintas Kekerasan dari 2023 serta 2024.
Penerima manfaat dari program ini adalah anak-anak dengan rentang usia 7-17 tahun yang mengalami kekerasan dan berasal dari wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya (DKI Jakarta dan sekitarnya). Acara ini juga turut menghadirkan :
Dr. Hj. Ikhlasiah Dalimoenthe, M.Si ketua Satgas PPKS UNJ dan Dr. Yasnita, S.Pd.,M.Si Koordinator Pusat Penelitian Pendidikan, Sosial Humaniora, dan Kajian Wanita-
LPPM Universitas Negeri Jakarta, dan tenaga Profesional Lisnani Sukaidawati, S.Sos, M.Si
Dini Mulyati , S.Psi , Amd TW
Diah Hadiani , S.Psi.,Psikolog
Ani Suriani , S.Psi.,Psikolog, Pelatih Softskill dan Hardskill
Muhammad Soleh selaku Perencana ahli madya pada Asdep Pemenuhan Hak Anak atas Kesehatan dan Pendidikan dan tim KPPPA.
Tidak hanya pelatihan, terdapat serangkaian kegiatan pada program ini seperti melakukan needs assessment pada anak penyintas kekerasan, penguatan resiliensi dan peningkatan kapasitas anak penyintas kekerasan yang disusun berdasarkan needs assessment, serta koordinasi dengan lembaga terkait mengenai pelaksanaan kegiatan. Pada kegiatan ini juga terpilih Duta Pelapor dan Pelopor 2024 untuk Wilayah DKI Jakarta dan Sekitarnya.
Program Resiliensi ini bertujuan untuk menguatkan karakter anak penyintas kekerasan dimana anak akan mendapatkan wawasan lebih mengenai tindak kekerasan beserta dampaknya, menambah pemahaman mengenai hak perlindungan anak, meningkatkan kemampuan anak dalam berkomunikasi dengan segala jaringan dalam kehidupan, serta meningkatkan keterampilan dan kreatifitas anak sesuai dengan potensi dan hobi yang dimiliki.
“Kami berharap kegiatan ini bisa terus berkelanjutan dan berkesinambungan sehingga anak anak penyintas ini mendapatkan kesempatan yang seluas luasnya dalam menggapai cita cita nya sebagai anak bangsa, generasi emas yang berkualitas dimasa mendatang,” ujar Ismunawaroh selaku Ketua Pelaksana kegiatan dari Cagar Foundation.
Sumber : Saluransatu.com
Contact Info :
Email : cagarfoundation.info@gmail.com
Website : cagarfoundation.org
Instagram : @cagarfoundation
Whatsapp : +62-812-1034-1364
