Oleh : Ust Deka Kurniawan
Mungkin jarang yang tahu bahwa salah satu doa yang paling mustajab adalah doa saat sedang bahagia (karena diiringi syukur). Hal ini disyariatkan dalam Hadits sebagai berikut :
“Barangsiapa yang ingin doanya terkabul di saat sedih & susah, maka hendaklah memperbanyak berdoa di saat lapang (bahagia)”. (HR. Tirmidzi & Hakim)
Dan pada umumnya saat yang paling bahagia bagi manusia, adalah ketika sedang makan. Itulah sebabnya kita disunnahkan untuk memberi makan, baik dengan mengundang, maupun dengan berbagi makanan, misalnya kepada orang buka puasa, tetangga, musafir, dll.
Nampaknya, keutamaan itu yang mendasari tradisi makan-makan kaum muslimin sampai hari ini. Misalnya, kendurian, walimah, tasyakuran (syukuran), selamatan, "nasi Jum'at", budaya traktir dan berbagai "hajatan" lainnya.
Apalagi dalam kondisi sulit akibat pandemi seperti sekarang ini, Pastinya kebahagiaan orang yang diberi makan akan semakin berlipat ganda. Dan Insya Allah jaminan terkabulnya pun makin besar.
Bagaimana tidak? Banyak dapur-dapur saudara kita saat ini yang tak bisa "ngebul" lagi seperti biasa, Lantaran penghasilan mereka anjlok, pekerjaan hilang, atau usaha melorot. Sementara harga pangan melonjak, tarif listrik menanjak, dan berbagai kesulitan hidup lainnya.
Karenanya, betapa cerdas jika kita terinspirasi dengan hadits di atas, kita mau bertindak nyata dengan ikut memberi mereka makan dari rezeki kita. Lebih cerdas lagi jika pahala sedekah tersebut kita niatkan untuk orang tua atau keluarga yang kita cintai, terutama yang sudah wafat.
Banyak orang yang bisa kita bahagiakan dengan makan yang kita berikan, diantaranya adalah para guru dan pekerja sosial. Dan insya Allah kita pun akan mendapatkan kemustajaban doa mereka.
Di tengah makin sulitnya kondisi ekonomi akibat pandemi saat ini, Insya Allah Cagar Foundation kembali membuka peluang amal sholeh untuk membantu ketahanan pangan mereka yang berjuang di garis terdepan dunia pendidikan itu.
