Kiprah Marcella sebagai seorang publik figure ditengah-tengah kesibukannya sebagai Ketua PARFI tetap berupaya meluangkan waktu untuk melakukan kegiatan sosial. Salah satunya adalah kegiatan sosial bersama Rumah Autis yang sudah berlangsung dari tahun 2009 dan saat ini Marcella kembali menjalin tali kasih dengan anak-anak spesial yang ada di Rumah Autis.
Kunjungan khusus di bulan Ramadan ke Rumah Autis cabang Tangerang dengan memberikan semangat dan berbagi bahagia dengan memberikan bingkisan kepada anak-anak spesial sekaligus Bersama sama memperingati Hari Down Syndrom dan Peduli Autis Dunia. Di kesempatan acara ini Marcella secara eksklusif menyuarakan kepeduliannya kepada penyandang Autis bersama CAGAR Foundation lembaga sosial yang menaungi anak-anak spesial penyandang Autis dan disabilitas perkembangan lainnya dengan mengundang media Trans 7 untuk menyebarluaskan kondisi dan pemenuhan hak penyandang Disabilitas perkembangan.
Autisme bukanlah keterbatasan, melainkan Cara unik seseorang melihat dunia. Mari kita pahami, dukung, dan cintai mereka dengan hati yang luas. Bersama, kita bisa menciptakan dunia yang inklusif dan penuh penerimaan. inta tidak memandang perbedaan, justru dalam perbedaan itulah kita menemukan makna sejati dari persaudaraan. ,” Sambutan dan orasi kepedulian Marcella Zalianty.
CAGAR Foundation bersama Komisioner Nasional Disabilitas Republik Indonesia memberikan penghargaan kepada Marcella sebagai Duta Peduli Autis yang telah terjun langsung membantu dan berkomitmen kedepannya terus menyuarakan kepedulian kepada Penyandang Autis ke masyarakat luas.
Sebagian besar Individu dengan autisme kesulitan memperjuangkan hak-hak mereka karena adanya hambatan dalam komunikasi dan kapasitas intelegensi yang terbatas. ”Kondisi ini berbeda dengan disabilitas lain yang dapat secara vokal mengadvokasi diri sendiri, bahkan menjadi bagian dari pembuat kebijakan.
Kesadaran masyarakat akan autisme sudah semakin baik. Informasi mengenai autisme juga kian luas. Informasi tersebut terkait pula dengan dampak lain dari kondisi autisme. Individu utisme tidak hanya mengalami masalah fisik, tetapi juga psikologis. Kompleksitas autisme membutuhkan pendekatan multidisiplin.
Untuk tahun 2025, tema yang diusung adalah “Advancing Neurodiversity and the UN Sustainable Development Goals (SDGs)”. Tema ini menyoroti pentingnya neurodiversitas dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, dengan fokus pada kebijakan inklusif yang mendorong aksesibilitas, kesetaraan, dan inovasi di berbagai sektor. Autisme, atau Autism Spectrum Disorder (ASD), adalah gangguan neurodevelopmental yang mempengaruhi jutaan individu di seluruh dunia.
Selamat hari Peduli Autis Dunia 2025
