Profil Donatur
       Logout
Phone: (+62) 857 1539 2888 info.cagarfoundation@gmail.com

Cagar

  • Home
  • Layanan Donatur
    • Registrasi Donatur
    • Konfirmasi Donasi
    • Rekening Donasi
    • Jemput Donasi
    • Login Donatur
  • Program
    • Be A Special
      • Penyerahan donasi beasiswa pendidikan
      • Be A Special
    • Qurbanisasi (Qurban Istimewa Nasional)
      • BERKAH KURBAN BAGI SESAMA
    • Nusa Indonesia
      • Rumah Zakat Menyalurkan Bantuan Pangan (Nutrisi Anak Spesial) kepada anak binaan CAGAR Foundation
      • Ucapan Terima kasih dan Apresiasi kepada yang telah berkontribusi untuk program nusa indonesia
      • PROGRAM NUSA
    • Program Kami
  • Panduan
    • Panduan Donasi Online
    • Panduan Jemput Donasi
    • Semua Panduan
  • Berita
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Kontak
  • Galeri
  • Donasi
02 Agu

Inspiratif! Kisah Penyandang Disabilitas Restianto, 27 Tahun Jadi Karyawan di Restoran Cepat Saji

2022-08-02 10:39:34 By adani Berita 371 Views

 Penyandang disabilitas kerap kesulitan mendapat kesempatan yang sama, terutama saat melamar pekerjaan. Namun, rupanya hal tersebut berhasil dipatahkan oleh sosok Restianto.

Sebagai seorang tunarungu, Restianto berhasil membutktikan kalau penyandang disabilitas juga bisa bekerja seperti orang-orang lainnya. Restianto sendiri bekerja sebagai crew di salah satu restoran cepat saji ternama McDonald’s sejak 1995.

Rupanya, ia berhasil menunjukkan bahwa seorang tunarungu juga bisa bekerja di bidang yang memerlukan komunikasi di tengah keterbatasannya.

Berdasarkan keterangan Kakak Restianto, awal mula bisa bekerja sebagai crew sendiri karena mendapat informasi dari sekolah luar biasa tempatnya belajar. Dari sekolah tersebut diadakan seleksi pendaftaran untuk bekerja sebagai crew McDonald’s.

Uniknya, proses lamaran sebelum diterima sendiri juga tidak berbeda. Restianto juga harus melakukan wawancara, psikotes, serta pelatihan terlebih dahulu sebelum diangkat sebagai karyawan. Hanya saja karena tidak bisa berbicara, proses wawancara dilakukan melalui tulisan.

Selain itu, berdasarkan keterangan Restianto yang telah diterjemahkan pihak keluarga, ia mengaku kalau sebelumnya sangat takut untuk bekerja. Menurutnya, hal tersebut akan sulit baginya, apalagi sebagai penyandang disabilitas.

“Awalnya agak takut sama grogi gitu dia (Restianto), tapi dia enggak putus mencoba. Jadi dia bisa dan sulit gitu,” ucap kakak Restianto saat diwawancarai, Jumat (29/7/2022).

General Manager McDonald’s Jatiwaringin, Fuad Luth mengungkapkan, Restianto sendiri rupanya sangat cekatan dalam bekerja. Ia juga memiliki ingatan yang kuat dibandingkan karyawan lainnya.

“Orang kayak Pak Restianto ini punya kelebihan ingatan. Saat kita ajarin semua langsung bisa. Bahkan sampai sekarang pun dia masih lakukan seperti itu terus enggal berubah,” ungkap Fuad

Tidak hanya itu, ketika harus masak ayam di mana kunci kematangannya harus berdasarkan suara mesin, Restianto mengetahui kapan harus mengangkatnya tepat waktu

“Bahkan nih ketika dia disuruh masak ayam kan biasanya kalau mau matang ada suara mesin ya, nah ini biasanya dia tinggal buat ngerjain yang lain, tapi pas dia pasti tau waktu ayam itu mau matang,” sambungnya.

Restianto sendiri mengaku tidak sulit juga untuk berkomunikasi dengan karyawan lainnya. Untuk mengetahui pesanan sendiri biasanya ia akan melihat layar sehingga tetap bisa paham dengan.

“Ia senang bertemu teman-teman, tapi senang komunikasi walaupun bahasanya enggak ngerti, temen-temennya juga suka becandain pake bahasa isyarat, jadi kita enggak mau dia sendirian,” jelas Fuad.

Berdasarkan keterangan keluarga, Restianto sendiri juga dikenal sebagai sosok yang rajin. Kerap kali ia memasak dengan keluarganya dan juga bermain dengan keponakannya yang masih kecil. Ia juga sering bersih-bersih rumah.

Setelah 27 tahun bekerja sebagai special crew di McDonald’s, Restianto sendiri memutuskan untuk pensiun. Dirinya juga merupakan special crew pertama yang pensiun dari restoran cepat saji ini.

Restianto sendiri berpesan kepada para penyandang disabilitas untuk tidak putus asa. Menurutnya tidak ada yang tidak mungkin. Jadi semua harus tetap semangat seperti dirinya.

“Pokoknya buat orang-orang disabilitas lain, tetapi semangat. Buktinya kayak aku (Restianto) yang bisa, jadi harus terus semangat” jelas sang kakak menerjemahkan isyarat Restianto.

sumber: suara.com

  • Share This Story

Program Kami

  • Be A Special
  • Qurbanisasi (Qurban Istimewa Nasional)
  • Nusa Indonesia
  • SEDEKAH JUM'AT
  • SUPER SPESIAL
  • RUMAH ISTIMEWA
  • MAPAN IBK (Program Kemandirian & Pemberdayaan Insan Berkemampuan Khusus)
  • Hasil Karya Mapan IBK

Berita Terbaru

  • Popular
  • Recent
  • Kisah Imam Al Warraq, Orangtua Anak Berkebutuhan Khusus 2018-12-12 13:34:16
  • 10 Penyandang Disabilitas Di Indonesia Yang Berprestasi 2020-01-28 11:13:52
  • Kisah Anak-anak Penghafal Qur’an yang Akan Membuatmu Menangis Haru 2021-06-22 10:10:29
  • apa itu disabilitas sensorik? 2019-11-13 13:55:24
  • Akses Kesehatan untuk Semua: Skrining Jantung IDAI kepada Anak Berkebutuhan Khusus Rumah Autis Tanjung Priok 2026-04-09 10:05:43
  • Ramadhan Inklusif Bersama Cagar Foundation 2026-04-07 15:02:07
  • Ramadhan Ceria, Semua Anak Istimewa 2026-04-07 11:48:44
  • Petani Binaan CIF “Diserbu” 2026-01-29 10:37:30
  • >

About Us

YAYASAN CAHAYA KELUARGA FITRAH

  • Kantor  :  

    Jl.Dr.Ratna No.10 B, Jatikramat, Jatiasih. Bekasi.

  • Phone  : 

    (+62) 857 1539 2888

  • Email   :

    info.cagarfoundation@gmail.com

Social Media

Follow Our Social Media:

  • Yayasan Cahaya Keluarga Fitrah
  • CagarFoundation
  • cagarfoundation

© Copyright 2023 | CAGAR Foundation