Ibadah haji merupakan amalan yang masuk kedalam rukun islam ke-5. Menunaikan ibadah haji sangat dianjurkan bagi umat islam yang mampu baik mampu secara harta maupun fisik. Namun tidak hanya itu, panggilan untuk menjadi tamu Allah SWT ini merupakan hal yang ditunggu-tunggu oleh seluruh umat islam. Banyak sekali cerita menginspirasi mengenai calon jamaah haji yang ditakdirkan menjadi tamu Allah SWT. Salah satunya adalah kisah dari pengusaha disabilitas Husnil Teba serta kisah anak dan ayah disabilitas yang dipanggil untuk menjadi tamu Allah SWT pada tahun ini.
1. Kisah Husnil Teba, Pengusaha Disabilitas yang Naik Haji ke Baitullah.
Husnil Teba merupakan tunadaksa yang mendapat kesempatan untuk berangkat haji menggantikan ayahnya yang sedang sakit. Sejak kecil ia sudah putus sekolah karena merasa kekurangannya membuat seorang Husnil Teba merasa ketergantungan dengan temannya yang senantiasa membantunya berangkat sekolah. Dengan tekadnya yang kuat serta keahliannya dalam berbisnis, Husnil Teba berhasil menjadi pengusaha yang menjual barang elektronik, kabel, balon listrik, kacamata, dan masih banyak lagi. Ia terdaftar sebagai kloter haji 79 dan berangkat pukul 11.10 WIB, pada hari minggu 2 Juni 2024.
2. Kisah Sukanti Kerja di Luar Negeri Demi Wujudkan Mimpi Ayah Tunanetra ke Tanah Suci.
Suroso, ayah dari Sukanti sudah menjadi seorang tunanetra sejak usia 8 tahun. Setelah sang ayah mengungkapkan impiannya untuk menunaikan ibadah haji, ia membulatkan tekad untuk dapat mewujudkannya. Pada 2018 Sukanti mendaftarkan ayahnya haji dan menyisihkan penghasilan untuk bisa mendampingi ayahnya menjadi tamu Allah SWT. 6 tahun kemudian Suroso masuk kedalam daftar CJH prioritas lansia 2024 dengan didampingi oleh Sukanti. Setelah mendapat kabar tersebut Sukanti meminta izin cuti ke tempatnya bekerja yakni yayasan di Malayasia dan diberi cuti selama 4 bulan. Suroso merasa bangga punya anak seperti Sukanti yang berusaha keras untuk mewujudkan impian sang ayah. Suroso mengungkapkan bawha ia tidak punya impian lain selain menunaikan ibadah haji.
Kisah inspiratif diatas menjadi bukti nyata bahwa menjadi tamu Allah SWT dan menunaikan ibadah haji merupakan amalan yang datang atas izin Allah SWT. Keadaan apapun tidak akan menghalangi jika Allah SWT telah berkehendak. Semoga kisah diatas dapat menginsprasi kita untuk terus menebar kebaikan dan meraih ridho-Nya agar senantiasa berada dalam lindungan-Nya dan segera mendapatkan undangan untuk bertamu ke rumah-Nya di Baitullah.
Sumber :
https://www.rri.co.id/features/705437/kisah-anak-wujudkan-impian-ayah-penyandang-disabilitas-berhaji
Contact Info :
Email : cagarfoundation.info@gmail.com
Website : cagarfoundation.org
Instagram : @cagarfoundation
Whatsapp : +62-812-1034-1364
