Profil Donatur
       Logout
Phone: (+62) 857 1539 2888 info.cagarfoundation@gmail.com

Cagar

  • Home
  • Layanan Donatur
    • Registrasi Donatur
    • Konfirmasi Donasi
    • Rekening Donasi
    • Jemput Donasi
    • Login Donatur
  • Program
    • Be A Special
      • Penyerahan donasi beasiswa pendidikan
      • Be A Special
    • Qurbanisasi (Qurban Istimewa Nasional)
      • BERKAH KURBAN BAGI SESAMA
    • Nusa Indonesia
      • Rumah Zakat Menyalurkan Bantuan Pangan (Nutrisi Anak Spesial) kepada anak binaan CAGAR Foundation
      • Ucapan Terima kasih dan Apresiasi kepada yang telah berkontribusi untuk program nusa indonesia
      • PROGRAM NUSA
    • Program Kami
  • Panduan
    • Panduan Donasi Online
    • Panduan Jemput Donasi
    • Semua Panduan
  • Berita
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Kontak
  • Galeri
  • Donasi
09 Mei

Asa Narita Meniti Masa Depan (CERMIN CERITA MENGINSPIRASI)

2023-05-09 14:28:22 By Cagar Foundation Berita 258 Views

Memiliki anak yang sehat merupakan impian semua orang tua. Begitu pula dengan ibu Rokhatun dan suaminya.  Saat Narita lahir tidak ada yang berbeda seperti anak-anak lainnya. Perkembangannya secara umum sehat , dari berat badan hingga kondisi fisiknya. Namun sampai menginjak 5  tahunan, Ibu Rokhatun merasa ada perbedaan Narita dibanding anak anak lainnya, Narita cenderung pasif dan motoriknya terlambat. Ketidataktahuan informasi seputar tumbuh kembang anak membuat Ibu Rokhatun hanya bisa menunggu tanpa tahu harus berbuat apa apa dan sedikit merasakan kecemasan akan kondisi putrinya. Tetangga dan keluarga bilang  “tidak perlu dipikirkan, semua anak pertama juga pasti begitu,” tuturnya.

Namun insting seorang ibu tidak pernah salah, dalam masa kekuatirannya  Ibu Rokhatun  akhirnya  membawa Narita rumah sakit untuk mendapatkan jawaban atas kegelisahannya selama ini.

Dalam ihitiar tersebut Narita dibawa ke dokter anak, kemudian dirujuk ke dokter saraf anak. Setelah melewati beberapa pemeriksaan, Narita di diagnosa Cerebral Palsy ( CP). Hal ini tentunya sangat mengagetkannya. Kami  masih bingung harus berbuat apa, apalagi  Di tengah keadaan ekonomi yang cukup sulit ini, tapi  saya tetap yakin dan akan berusaha agar Narita bisa sembuh ,” ungkapnya dengan penuh ketegaran.

Ibu Rokhatun dan suami tinggal di sebuah  rumah petak yang disewa dan  dijadikan juga sebagai tempat usaha.  Sang suami mencari nafkah dengan usaha mengecas dan jual beli aki bekas. Walaupun penghasilan tidak menentu, Ibu Rokhatun dan suami tetap mengusahan yang terbaik untuk pengobatan Narita.

Akhirnya Narita mulai melakukan terapi fisik  di RSUD Cikaret, mobilitas Narita terbatas sehingga kemanapun Ibu Rokhatun harus mengendong Narita termasuk setiap akan menjalani terapi di RS, naik turun angkot sambil mengendong Narita. Tapi semua proses itu dijalaninya dengan penuh ketegaran

Jika besok harus ke rumah sakit, saya  dan suami harus mencari uang dulu sehari sebelumnya. Jika uang tidak cukup, jadi  hanya saya yang mengantar Narita terapi ke RS , “ ungkapnya.

 

Dijauhi Tetanggga

Situasi lainnya yang dirasakan sebagai sebuah cobaan dalam kondisi berat ini yaitu dijauhi oleh lingkungan sekitar, hanya karena memiliki anak yang special, ibu Rokhatun menerima perlakuan yang kurang mengenakan. Namun ibu Rokhatun akhirnya harus berdamai dengan keadaan dan hanya focus  pada perkembangan Narita, Ia tidak mau konsentrasinya terpecah untuk kesembuhan Narita.  Sesuai oleh arahan dokter dan terapis Ibu Rokhatun sering membawa Narita ke tempat ramai seperti Pasar dan Mesjid, karena pada awalnya masih  Narita takut dengan keramaian, tak jarang ia akan tantrum ketika berada di tempat ramai. Namun, dengan kegigihan Ibu Rokhatun, tidak peduli dengan pandangan orang lain. Selama Narita tidak menganggu orang lain, ibu Rokhatun terus membawa Narita ke tempat ramai agar narita terbiasa dan bisa beradaptasi dengan kondisi yang berbeda beda. Alhamdulillah Sekarang Narita  lebih tenang di tempat ramai , “ uangkapnya dengan syukur.

 

Bertemu dengan Rumah Autis

Usia Narita yang semakin besar dan bobot tubuhnya yang semakin berat,  membuat ibu Rokhatun semakin kesulitan  saat membawa terapi ke rumah sakit. Usia Narita sudah menginjak 7 tahun namun belum bisa berjalan dan saaat itu Narita tidak memiliki kursi Roda. Namun akhirnya Lewat teman yang juga memiliki anak special, Ibu Rokhatun diperkenalkan kepada ibu Aswita Utami ( kepala Cabang Rumah Autis Depok saat itu) . Ibu Rokhatun menginformasikan  Ibu Aswita perihal Narita dan keluarga. Kemudian Ibu Aswita meminta ibu Rokhatun untuk datang ke Rumah Autis Depok untuk berkonsultasi.

Allhamdulillah semenjak saat itu Narita dapat terapi secara gratis di Rumah Autis Depok dari bulan Februari 2014 sampai sekarang. Dengan program yang dijalani terapi serta menjalankan program di kelas kemandirian fungsional. Pelan tapi pasti, Narita sudah bisa mulai berjalan, menggenggam, dan makan sendiri bahkan Narita bisa buang air kecil dengan benar, “ uangkap Bu Rokhatun dengan antusias

Ibu Rokhatun kemudian melanjutkan  melatih ketika dirumah, apa yang diajarkan  terapisnya di Rumah Autis Depok diikuti dan dilanjutkan berlatih di Rumah. Perkembangan ini tentunya juga merupakan berkat usaha dan doa orang tua Narita.

Hingga Saat ini Ibu Rokhatun harus bekerja mencari tambahan untuk membantu suami mencari nafkah, dengan siaga suami yang bergantian untuk menjaga dan medampingi Narita,  Ibu Rokhatun menjadi Ibu berdaya sebagai  salah satu relawan Rumah Autis Depok  bagian umum dari pagi sampai siang hari,  bertugas membersihkan area Ruang belajar dan terapi di Rumah Autis Depok.  Jika Narita masuk kelas pagi maka suami akan datang disiang hari untuk menjemput Narita pulang. Namun jika Narita masuk siang hari, maka ibu Rokhatun akan menunggu sampai Narita selesai dan Kembali ke rumah saat Narita pulang.

Saat ini perkembangan Narita sudah jauh lebih baik. “Harapan saya  tidak muluk-muluk, tidak perlu Narita jago dalam matematika ataupun pelajaran sekolah, yang penting Narita sehat fisiknya , semakin mandiri dan nantinya bisa melakukan hal hal yang produktif untuk  masa depannya“ ungkapnya dengan penuh semangat.

  • Share This Story

Program Kami

  • Be A Special
  • Qurbanisasi (Qurban Istimewa Nasional)
  • Nusa Indonesia
  • SEDEKAH JUM'AT
  • SUPER SPESIAL
  • RUMAH ISTIMEWA
  • MAPAN IBK (Program Kemandirian & Pemberdayaan Insan Berkemampuan Khusus)
  • Hasil Karya Mapan IBK

Berita Terbaru

  • Popular
  • Recent
  • Kisah Imam Al Warraq, Orangtua Anak Berkebutuhan Khusus 2018-12-12 13:34:16
  • 10 Penyandang Disabilitas Di Indonesia Yang Berprestasi 2020-01-28 11:13:52
  • Kisah Anak-anak Penghafal Qur’an yang Akan Membuatmu Menangis Haru 2021-06-22 10:10:29
  • apa itu disabilitas sensorik? 2019-11-13 13:55:24
  • Akses Kesehatan untuk Semua: Skrining Jantung IDAI kepada Anak Berkebutuhan Khusus Rumah Autis Tanjung Priok 2026-04-09 10:05:43
  • Ramadhan Inklusif Bersama Cagar Foundation 2026-04-07 15:02:07
  • Ramadhan Ceria, Semua Anak Istimewa 2026-04-07 11:48:44
  • Petani Binaan CIF “Diserbu” 2026-01-29 10:37:30
  • >

About Us

YAYASAN CAHAYA KELUARGA FITRAH

  • Kantor  :  

    Jl.Dr.Ratna No.10 B, Jatikramat, Jatiasih. Bekasi.

  • Phone  : 

    (+62) 857 1539 2888

  • Email   :

    info.cagarfoundation@gmail.com

Social Media

Follow Our Social Media:

  • Yayasan Cahaya Keluarga Fitrah
  • CagarFoundation
  • cagarfoundation

© Copyright 2023 | CAGAR Foundation