Akupuntur di kulit kepala menjadi cara efektif untuk membantu anak pengidap autis berbicara lebih lancar dan berinteraksi sosial dengan sesama.
Penelitian yang dilakukan oleh Baptist University di Kowloon, Hong Kong ini menguji 68 anak pengidap autis berusia dua hingga sepuluh tahun. Setiap orang mendapat perlakuan akupuntur yang terbukti efektif mengurangi masalah dalam berbicara dan berinteraksi sosial dengan sesama.
Anak pengidap autis cenderung memiliki masalah perilaku dan sensitif dengan kebisingan. Terkadang, mereka juga memilih makanan. Ann Yau Chuen-Heung selaku dosen University’s School of Chinese Medicine memaparkan, “Autisme berhubungan dengan gangguan fungsi otak. Akupuntur di kepala dapat memperkuat hubungan antara sel saraf dan memperbaiki fungsinya".
Menurutnya, akupuntur tidak sepenuhnya menyembuhkan autisme. Tetapi, gejalanya jelas akan berkurang secara signifikan. Sejak bulan Mei 2010 hingga Juni 2013, setiap pengidap autis mendapat pengobatan akupuntur dua kali seminggu selama 15 minggu.
Pengobatan akupuntur terbukti efektif pada 66 dari total 68 pengidap autisme yang diikutsertakan dalam uji coba ini. Dapat dikatakan jika keberhasilan akupuntur di kepala mencapai 97 persen.
Menurut Childhood Autism Rating Scale, pengidap autis yang berhasil menurunkan skor secara signifikan berarti memiliki gejala ringan. Mereka yang mengalami gejala autisme dua tahun pertama setelah kelahiran menunjukkan penurunan skor interaksi sosial hingga 37,9 persen. Sedangkan keterlambatan berbicara berkurang hingga 34,8 persen.
Ann menyatakan, pengidap autis yang berusia lebih muda, yakni dibawah tiga tahun lebih cepat mendapat manfaat dari akupuntur di kepala. Hal ini dikarenakan otak anak di usia tersebut berkembang lebih cepat dari anak lain yang usianya lebih tua.
