Profil Donatur
       Logout
Phone: (+62) 857 1539 2888 info.cagarfoundation@gmail.com

Cagar

  • Home
  • Layanan Donatur
    • Registrasi Donatur
    • Konfirmasi Donasi
    • Rekening Donasi
    • Jemput Donasi
    • Login Donatur
  • Program
    • Cagar Explore
      • Belum Ada Kegiatan
    • Be A Special
      • Penyerahan donasi beasiswa pendidikan
      • Be A Special
    • Kebunesia.id
      • CIF Mengubah Lahan Tidur Menjadi Lahan Produksi Pangan
    • Program Kami
  • Panduan
    • Panduan Donasi Online
    • Panduan Jemput Donasi
    • Semua Panduan
  • Berita
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Kontak
  • Galeri
  • Donasi
06 Agu

Ahmad Zulkarnain, Fotografer Difabel dengan Karya Mendunia

2020-08-06 13:39:35 By Cagar Foundation Berita 934 Views

Ketika membuka feed di akun Instagram @bangdzol_ pasti Anda akan yakin bahwa hasil-hasil foto dengan jumlah ribuan like itu merupakan hasil karya fotografer profesional tanpa keterbatasan apapun.

Namun, ketika melihat beberapa foto seorang penyandang difabel, barulah Anda bertanya-tanya, apakah lelaki tanpa tangan dan kaki itulah yang menghasilkan foto-foto menawan tersebut?

Ya, Ahmad Zulkarnain adalah nama asli pemilik akun dengan user name @bangdzol_. Ia adalah seorang penyandang disabilitas yang terlahir tanpa tangan dan kaki lengkap sekitar 27 tahun silam. Lelaki asal Banyuwangi tersebut kini dikenal berkat karya-karya fotonya yang pernah disorot media internasional.

Ahmad Zulkarnain, Fotografer Difabel. (Suara.com/Vessy Frizona)

Ahmad Zulkarnain, Fotografer Difabel. (Suara.com/Vessy Frizona)

Perjalanan Bang Zoel untuk menjadi fotografer seperti sekarang ini tidaklah mudah. Bahkan sejak lahir ia nyaris ditinggalkan mendiang ibunda. Kendati begitu ia tidak pernah menyimpan dendam.

"Saya lahir sudah seperti ini (difabel). Waktu bayi, bahkan orangtua saya tidak terima, saya dimasukkan ke kantong plastik karena akan dibuang. Beruntung ada saudara yang mau merawat, tapi nggak lama diambil lagi sama ibu," ucapnya saat ditemui Suara.com di sela kunjungannya ke Jakarta.

Sebelum menjadi fotografer, Ahmad Zulkarnain bekerja sebagai penjaga warnet (warung internet). Ketertarikannya terhadap fotografi berawal dari pekerjaan sampingan yang diberikan bos untuk memotret pas foto pelanggan. Dengan segala keterbatasan yang dimiliki, ia mencoba mengoperasikan kamera.

"Jadi fotografer KTP. Sejak saat itu saya tertarik dengan kamera dan ingin punya sendiri. Kalau mengandalkan gaji saat itu sulit terbeli rasanya," sambung dia.

Bang Zoel pun akhirnya pindah kerja. Pria yang pernah memimba ilmu hukum di Universitas 17 Agustus 1945 ini memutuskan bekerja di kantor advokat. Di sanalah ia berani mencicil kamera.

"Saya memberanikan diri mencicil kamera Canon 1100D. Dari harga Rp 5,5 juta menjadi Rp 7,5 juta karena dicicil. Dengan kamera itu saya belajar mengulik kamera. Saya beradaptasi sekitar 5 bulan. Saya operasikan pakai mulut, hidung, dan ujung tangan untuk memutar lensa, mengganti baterai, menopang body kamera, hingga mengganti memori card," bebernya panjang lebar.

Dengan kamera yang ia miliki, Ahmad Zulkarnain bercita-cita bisa berkeliling dunia untuk memotret segala keindahan yang ada di bumi ini. Impiannya pun kini perlahan terwujud. Hasil karya fotonya disorot media asing.

"Tahun 2017, media internasional Al Jazeera menceritakan kisah kehidupan saya. Al Jazeera mengunggah video berdurasi 4,10 menit di akun Twitternya, @AJEnglish. CNN juga," bebernya.

Sejak itu, ia mulai dikenal. Bahkan Darwis Triadi, fotografer ternama Indonesia ikut menghubunginya. Jalan itu pun membuka kesempatan bagi Ahmad Zoel untuk memamerkan hasil karyanya ke beberapa negara. Seperti Turki dan Brasil.

Atas segala yang telah ia dapat hingga saat ini, Zoel mengungkapkan bahwa keterbatasan yang dipikul sejak lahir tak boleh menjadi batasan untuk melakukan apa saja yang ia inginkan dan cita-citakan. Bang Zoel mengatakan, jadi apa pun bisa karena ada banyak cara untuk melakukannya.

“Menurut saya, keterbatasan adalah suatu hal yang kita ciptakan sendiri. Apabila kita tidak memberikan ruang gerak bagi diri kita untuk membuktikan potensi kita, maka kita tidak akan bisa melakukan hal-hal yang hebat," tuntasnya.

"Tahun 2017, media internasional Al Jazeera menceritakan kisah kehidupan saya. Al Jazeera mengunggah video berdurasi 4,10 menit di akun Twitternya, @AJEnglish. CNN juga," bebernya.

Sejak itu, ia mulai dikenal. Bahkan Darwis Triadi, fotografer ternama Indonesia ikut menghubunginya. Jalan itu pun membuka kesempatan bagi Ahmad Zoel untuk memamerkan hasil karyanya ke beberapa negara. Seperti Turki dan Brasil.

Atas segala yang telah ia dapat hingga saat ini, Zoel mengungkapkan bahwa keterbatasan yang dipikul sejak lahir tak boleh menjadi batasan untuk melakukan apa saja yang ia inginkan dan cita-citakan. Bang Zoel mengatakan, jadi apa pun bisa karena ada banyak cara untuk melakukannya.

“Menurut saya, keterbatasan adalah suatu hal yang kita ciptakan sendiri. Apabila kita tidak memberikan ruang gerak bagi diri kita untuk membuktikan potensi kita, maka kita tidak akan bisa melakukan hal-hal yang hebat," tuntasnya.

www.suara.com

  • Share This Story

Program Kami

  • Cagar Explore
  • Be A Special
  • Kebunesia.id

Berita Terbaru

  • Popular
  • Recent
  • Kisah Imam Al Warraq, Orangtua Anak Berkebutuhan Khusus 2018-12-12 13:34:16
  • 10 Penyandang Disabilitas Di Indonesia Yang Berprestasi 2020-01-28 11:13:52
  • Kisah Anak-anak Penghafal Qur’an yang Akan Membuatmu Menangis Haru 2021-06-22 10:10:29
  • apa itu disabilitas sensorik? 2019-11-13 13:55:24
  • Merajut Kebersamaan dengan Insan Spesial di Lahan Wakaf Cagar - Bandung Barat 2026-06-24 13:59:10
  • Wujudkan Layanan Disabilitas Terbaik, Cagar Foundation Ikuti Pelatihan Manajemen Lembaga Kesejahteraan Sosial dan Persiapkan Reakreditasi 2026-06-15 14:10:33
  • Qurban Spesial Semakin Istimewa 2026-06-09 14:14:43
  • Akses Kesehatan untuk Semua: Skrining Jantung IDAI kepada Anak Berkebutuhan Khusus Rumah Autis Tanjung Priok 2026-04-09 10:05:43
  • >

About Us

YAYASAN CAHAYA KELUARGA FITRAH

  • Kantor  :  

    Jl.Dr.Ratna No.10 B, Jatikramat, Jatiasih. Bekasi.

  • Phone  : 

    (+62) 857 1539 2888

  • Email   :

    info.cagarfoundation@gmail.com

Social Media

Follow Our Social Media:

  • Yayasan Cahaya Keluarga Fitrah
  • CagarFoundation
  • cagarfoundation

© Copyright 2023 | CAGAR Foundation