Setiap orang tua pasti mendambakan seorang anak yang tumbuh dan berkembang normal. Hanya saja ada anak-anak yang tumbuh berbeda dengan anak pada umumnya karena memiliki keterbatasan atau hambatan. Mereka biasa disebut anak berkebutuhan khusus .
Anak berkebutuhan khusus bukan berarti tidak pintar, tidak berbakat, atau tidak mampu. Hanya saja, mereka memiliki tantangan khusus yang tidak dihadapi kebanyakan anak-anak lain yang ‘normal’.
Kondisi ini terjadi ketika anak memiliki keterbatasan atau keluarbiasaan yang berpengaruh pada proses pertumbuhan dan perkembangannya. Hal tersebut membuat anak memerlukan pendampingan yang tepat.
Istilah anak berkebutuhan khusus biasanya ditentukan oleh apa yang tidak bisa dilakukan seorang anak. Misalnya, pencapaian perkembangan fisik, mental-intelektual, maupun emosional yang belum terpenuhi. Kemudian makanan yang dilarang ataupun aktivitas yang dihindari.
Berikut adalah beberapa Tips bagi para Orang tua yang memiliki Anak Berkebutuhan Khusus :
1. Menerima kondisi autisme.
Peran Orang Tua memang lah sangat penting, apalagi Bagi orang Tua yang Memiliki anak Berkebutuhan Khusus memanglah harus memiliki jiwa yang besar bahkan kesabaran yang besar , serta orang tua lebih harus menerima serta ikhlas dan berlapangdada memiliki anak yang memiliki kebutuhan khusus
2. Saling Berbagi Informasi kepada Orang Tua Anak Yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus
saling berbagi informasi antar orang tua anak autis sangat membantu dalam menghadapi dan membesarkan anak autistik. Seperti sebuah sistem penyokong, saling berbagi bukan hanya menguatkan namun juga memberikan informasi serta mencegah kesalahan yang pernah dilakukan orang lain.
3.Pilah-Pilih Informasi
Berbagai informasi tentang autisme banyak tersebar di dunia maya.sebagai orang tua pun pernah menghadapi banyaknya komentar, tanggapan, ataupun mitos tentang berbagai terapi untuk anak autis. Tapi tak semuanya benar, untuk anak berkebutuhan khusus keputusan orang tua sangatlah harus dipikirkan dengan sanagatlah matang
4. Pilihlah Pendidikan Yang Layak& cocok Dan Jangan Jadikan Anak berkebutuhan Khusus Menjadi Bahan Olokan di Lingkungan Internal/external
Pakar autisme, Melly Budhiman, mengisahkan pernah ada seorang anak autis yang dengan diterapinya berhasil masuk sekolah reguler seperti Sekolah Menengah Kejuruan. Melly menganggap hal seperti ini adalah kemajuan bagi seorang penderita autis.
Namun ternyata sang anak tersebut menjadi bahan olokkan dan bullying oleh tiga temannya. Sang anak mendapatkan tindakan kekerasan hingga gendang telinganya pecah. Akibatnya, sang anak mengalami trauma dan tak ingin kembali ke bangku sekolah.
peran ini lah yang sangat penting bagi para orang tua untuk bisa mengambil keputusan yang matang dan penuh pertimbangan bagi anaknya yang memiliki kebutuhan khusus yang akan di masukkan ke dalam sekolah yang tepat.
5. Istriahat Bagi Orang Tua Yang Memiliki Anak berkebutuhan Khusus
Menghadapi anak autis diakui Bagi para Orang tua cukup melelahkan. Untuk itu, orang tua harus pintar-pintar juga mengendalikan diri supaya dapat lebih sabar.
- Berkomunikasi
- Refreshing
- Jalan - jalan sejenak
- Membagi Waktu
6. Membangun Jaringan Yang Solid Bagi Orang Tua Yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus
Tentu saja orangtua-lah yang paling mengenal anak dan paling tepat untuk melakukan pengasuhan. Akan tetapi, tak ada salahnya untuk membangun jaringan pendukung yang solid di sekeliling kita.
“Support Network” yang bisa berupa keluarga terdekat – kakek-nenek, paman dan bibi si anak dari kedua belah pihak orangtuanya, akan sangat membantu memberi dukungan bagi orangtua dengan anak autis.
Selain keluarga terdekat, bergabunglah dengan grup komunitas online dari para orangtua dengan anak autis, untuk saling berbagi pengalaman dan belajar mengenai pengasuhan anak yang memiliki kemampuan berkebutuhan khusus
