Tiga Tahun lalu, Wesley Wee mengajarkan kita tentang semangat pantang menyerah untuk melakukan sesuatu melampaui ekspetasi banyak orang bahkan ekspetasi dirinya sendiri. Laki-laki penyandang disabilitas itu telah menulis buku berjudul Finding Happiness Against the Odds.
Hanya menggunakan satu ibu jari kaki dengan cara mengetiknya di komputer dan juga tab miliknya Wesley dapat menyelesaikan bukunya saat usia-nya 40 tahun. Banyak manusia mungkin menggunakan 10 jari saja kesulitan untuk menulis, Wesley yang membuat ketidakmungkinan itu menjadi mungkin.
Sangat sulit memang, tetapi Wesley tidak menyerah dan meninggalkannya ditengah jalan. Perlahan-lahan, namun Wesley selalu tekun untuk menyelesaikan tulisannya. Karena keterbatasannya itu, Wesley membutuhkan waktu 5 tahun untuk menyelesaikan buku karyanya
Dilangsir dari Fimela.com kehidupan Wesley, sebagai penyandang disabilitas pun tak mudah. Selain kesulitan dalam melakukan berbagai aktiviitas sehari-hari, Wesley kecil dulu sempat mengalami kekerasan dari orangtuanya. Dulu, Wesley sering kesulitan saat berjalan di ruang tamu. kesabaran sang ayah akhirnya habis dan dia lantas menyeret Wesley ke kamar mandi. Bukan cuma itu saja, ayahnya juga menenggelamkan wajah Wesley ke dalam air sebagai hukuman dan lampiasan emosinya.
Untungnya, sang nenek yang menyadari kekerasan tersebut, akhirnya langsung bertindak. Nenek Wesley saat itu membawa dan merawar cucunya. Sayang, kenangan manis bersama sang nenek tak bertahan lama. Karena suatu keadaan, Wesley harus kembali tinggal dengan kedua orangtuanya yang keras. Wesley kembali merasakan kekerasan fisik dari kedua orangtuanya.
Merasa tak kuat, Wesley sempat mencoba bunuh diri 4 kali dalam hidupnya. Bukan cuma itu saja, dia juga harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan ekonominya. Dia lantas menjual tisu untuk mendapatkan uang.
Kehidupan Wesley berubah 180 derajat pada saat dia bertemu seorang gadis asal Filipina lewat sebuah situs. Wesley lantas menabung untuk mengunjungi sang kekasih dan membawanya pulang ke Singapura. Mereka akhirnya menikah 5 tahun lalu. Sejak saat itu, kehidupan Wesley semakin membaik. Buku yang dia tulis pun menjadi inspirasi bagi warga setempat dan dunia.
Wesley mengidap celebral palsy sejak lahir dan duduk di kursi roda selama 38 tahun. satu ibu jari kaki menjadi inspirasi . Finding Happiness Against the Odds kini di dibaca di seluruh dunia dan mereka tahu siapa wesley
