Sekitar 600 atlet disabilitas khususnya anak autis dan perkembangan mental akan ambil bagian dalam perhelatan PORA (Pesta OlahRaga Rumah Autis) 2025 CAGAR, yang diselenggarakan selama sehari, pada Senin, 15 Desember 2025 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat.
Direktur Rumah Autis Yayasan CAGAR, ibu Henny Ma’rifah, selaku Penanggungjawab mengharapkan bahwa acara ini akan diikuti sekitar 600 atlet dari berbagai sekolah khusus dan individu berkebutuhan khusus. “Seperti pada acara (PORA -red) sebelumnya, kebanyakan diikuti dari wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat.
Dalam PORA, anak-anak dan individu berkebutuhan khusus memiliki kesempatan untuk mempunyai pengalaman olahraga dalam suasana kompetisi yang aman bagi mereka. Jenis lomba yang digelar meliputi cabang atletik (sprint dan estafet), Ketangkasan (lempar bola dan tendang bola).
“Seluruh peserta merupakan anak-anak berkemampuan khusus yang memiliki ragam disabilitas, khususnya autis, down syndrom, dll,” ungkap Henny dalam keterangannya via telepon.
Menurut ibu Henny, kompetisi spesial ini dengan segala dinamikanya menjadi ajang yang dinantikan oleh para partisipannya. Di pesta ini mereka melatih ketangkasan fisik sesuai cabang olahraga yang diikuti.
“Para peserta juga mengembangkan rasa kebesamaan dalam tim yang saling berusaha dalam lomba dan saling memberikan dukungan saat temannya berlomba,” ucapnya.
Masih menurut ibu Henny, dalam situasi yang ramai di tempat umum yang mungkin tidak familiar bagi anak, mereka berusaha untuk tetap kondusif dan menyesuaikan diri. Mereka akan bertemu dengan teman-teman dari sekolah lain yang juga ikut bertanding, serta orangtua dan keluarganya masing-masing.
“Pertemuan tersebut menjadi ajang untuk menambah jejaring pertemanannya yang juga dapat menambah wawasan serta kesempatan lain yang lebih besar untuk mereka. Kesempatan bertanding dengan ditonton banyak orang juga menjadi kesempatan mereka untuk menampilkan kemampuan dirinya sebagai individu berkemampuan khusus yang dapat lebih diterima di masyarakat. Hal ini menjadi ajang untuk menunjukkan lingkungan dan fasiitas yang inklusif bagi para peserta,” tuturnya penuh optimisme. (suh-hen/RA)
