Bandung Barat, CIF – Yayasan CAGAR melakukan kerja sama program filantropi yang fokus pada pemberdayaan dan pengembangan pilar-pilar kemanusiaan yang bertujuan mengoptimalkan potensi zakat untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. CAGAR, melalui Cagar Inklusi Farm (CIF) di Bandung Barat, juga mendorong produktivitas pangan dan pemberdayaan hulu-hilir di sektor pertanian antar lembaga maupun korporat di Indonesia.
Moch. Nelwansyah, Pengurus Harian Yayasan CAGAR menyampaikan bahwa kunjungan Lazgis Peduli ke Bandung Barat ini adalah rangkaian dari pasca MOU yang dilakukan CAGAR melalui Donasi Barang ini akan membuka peluang baru dalam memperkuat sinergi kelembagaan dan pengembangan sektor lingkungan, pendidikan, dakwah, serta pertanian yang berkelanjutan.
Hal tersebut senada dengan CEO Lazgis Peduli, Harsono menyampaikan bahwa perlu adanya kerja sama antara lembaga filantropi untuk mendorong kesejahteraan masyarakat lebih baik sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku.
Dalam kunjungannya, Harsono juga mengatakan apresiasinya atas ketertarikan Lazgis Peduli untuk bersama CAGAR saling belajar menumbuhkan kapasitas dan memberikan dampak luas pada banyak orang. “Kami berharap kunjungan ini menjadi awal yang baik untuk menguatkan kerja sama kemanusiaan, dan peluang menciptakan Kampung Wakaf misalnya bisa diinisiasi bersama di sini (Bandung Barat-red),” ujarnya pada Rabu, 5 November 2025 kemarin.
Selama kunjungan di lahan Bandung Barat, Harsono yang didampingi para pimpinan Lazgis Peduli melihat langsung kegiatan pertanian di area-area seperti Kebun Holtikultura yang ditumbuhi ragam jenis tanaman sayur-sayuran, tanaman obat-obatan, pohon buah. Meninjau area Kavling Ternak (KaTer) Domba Garut, Lahan sereh wangi, Lahan IBK Berkebun, dan kawasan yang akan dikembangkan menjadi area perikanan. Dan, berkesempatan ikut memanen hasil budidaya tanaman sayur-sayuran disaat yang bersamaan dengan agenda panen pekanan CIF.
Kunjungan Lazgis Peduli di Bandung Barat, selain Moch. Nelwansyah dari CAGAR hadir Ade Rahmat, Direktur Donasi Barang, dan Manager CIF, Suheng S Widodo.
Lembaga Amil Zakat Gema Indonesia Sejahtera (LAZ GIS) adalah lembaga nirlaba skala provinsi Jawa Barat yang telah berdiri sejak tahun 2017 yang bergerak di bidang penghimpunan, pendistribusian dan pendayagunaan dana Zakat,Infak, Sedekah dan Wakaf (ZISWAF).
LAZ GIS telah meraih opini keuangan dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) empat kali berturut-turut (2018-2021) dan predikat “cukup baik dan transparant” pada Audit Syariah Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia tahun 2021.
(suh/CIF. Foto-foto: Ade Rahmat)
