Ratusan karya siswa berkebutuhan khusus berupa karya dua dimensi, tiga dimensi hingga penampilan seni memeriahkan Inspiring Expo di Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM), Sabtu (17/11/2018). Inspiring Expo merupakan bentuk apresiasi pada anak berkebutuhan khusus yang ada di SAIM. Salah satu karya yang dipamerkan merupakan karya Ravi Ringga Respati, siswa berkebutuhan khusus di kelas 5 SD SAIM ini.
Ravi memamerkan tujuh lukisan dua dimensinya. Salah satunya yaitu lukisan yang berisi dua ayam, anak ayam dan cacing. "Saya menggambar ayam dan anak ayam, dan ada ayam makan cacing. Habis baca buku binatang yang bertelur," jawabnya ketika ditanya tentang salah satu gambar buatannya yang dipamerkan.
Tak hanya dipamerkan, lukisannya juga telah di bandrol harga untuk dijual. Orang tua Ravi juga mendukung karya anaknya ini hingga mencetak lukisan Ravi pada tas, gantungan kunci dan kaos. Himatul Ulya, guru pendamping khusus Ravi mengungkapkan Ravi memang memiliki kegemaran menggambar setiap waktu. Hanya saja belum bisa diarahkan gambarnya.
"Kalau melukis terinspirasi sesuatu dari pelajaran yang diimajinasikan dia. Dia suka lompat, main gandengan tangan sama temannya. Habis main dia mulai menggambar," urainya. Menurutnya, Ravi dan teman-temannya sangat senang karyanya bisa dipamerkan dan dilihat banyak orang. Tak hanya menggambar, salah satu anak bimbingan Ulya yang tidak tertarik dengan menggambar memilih tampil menari sesuai kegemaran dia.
Humas SAIM, Hamdiyatur Rohmah mengungkapkan Inspiring Expo merupakan kegiatan pertama yang dilakukan pihak sekolah khusus untuk ABK setelah 17 tahun menerima anak ABK di sekolahnya. "Selama sebulan anak-anak diajak mengumpulkan karyanya baik dua dimensi atau tiga dimensi. Yang nggak bisa ya ditanyakan sukanya apa, kalau suka foto ya bisa kami pajang foto dia. Yang bisa nyanyi dan nari ya ditampilkan," urainya.
Kegiatan ini sekaligus sebagai kampanye bahwa ABK di tempat lain juga bisa mengadakan kegiatan serupa. Apalagi saat ini mendekati momen hari anak, Acara ini juga mengundang sekolah lain bahkan untuk umum. "Karya 49 anak SAIM dari playgroup sampai SMA yang dipamerkan," ujarnya. Iapun cukup takjub dengan respon pengunjung yang bahkan sampai memesan produk dengan desain buatan anak-anak ABK ini.
"Anak-anak ini kalau mampu melakukan sesuatu, kami motivasi agar orang tua mau mensupport. Nanti pihak sekolah menjualkan bahkan ada open order seperti karya Ravi yang kaos dan tas paling banyak diorder. Karena motif lukisan yang digunakan sampai sold out," pungkasnya.
Sumber : jatim.tribunnews.com
