Dimas Dwi Putra merupakan mahasiswa UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Ia merupakan mahasiswa disabilitas (celebral palsy) yang mengambil program studi Sejarah Peradaban Islam. Keterbatasan fisik yang dimiliki oleh dimas membuktikan bahwa hal tersebut bukan menjadi halangan untuk mengejar mimpi menjadi sarjana. Perjalanan akademisnya dijalani dengan semangat dan ketekunan sehingga menjadikannya sebagai salah satu lulusan terbaik dan tercepat di kampusnya.
Tidak hanya semangat mengejar mimpinya, Dimas juga mengakatan dalam wawancara yang dibagikan oleh akun instagram @uinjambi.ac.id pada Jumat, 26 Juli 2024 bahwasannya dosen, rektor, dan pegawai universitas selalu memberikannya dukungan. Mereka memberikan dorongan, bimbingan, dan fasilitas yang memadai untuk mendukung proses belajar Dimas. Hal ini mencerminkan komitmen kampus dalam mewujudkan pendidikan inklusi yang ramah bagi semua mahasiswa, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik.
Dukungan–dukungan yang dirasakan oleh Dimas menjadi salah satu alasan ia dapat menyelesaikan perkuliahan dengan hasil yang sangat memuaskan. Dimas mendapatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) nyaris sempurna yakni 3,90 dan meraih gelar Sarjana Humaniora (S.Hum) dengan status cumlaude. Keberhasilannya menunjukkan inklusi dalam dunia pendidikan terus berjalan dan berkembang.
Selain meraih gelar Sarjana Humaniora dengan prestasi gemilang, Dimas juga menerima beasiswa S2 dari Rektor UIN Jambi, Asad Isma. Beasiswa ini memberikan kesempatan bagi Dimas untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi dan membuka lebih banyak peluang bagi masa depannya.
Kebahagian tentunya juga dirasakan oleh orang tua dimas yang menyampaikan ucapan terimakasih kepada UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Beliau mengatakan “Saya terima kasih sama UIN Jambi sudah memwisudakan Dimas. Saya tidak bisa menahan air mata. Saya tidak menyangka Dimas bisa sampai detik ini," tuturnya.
Kisah Dimas menjadi inspirasi bagi banyak orang, khususnya bagi mereka yang masih ragu untuk mengejar pendidikan tinggi karena keterbatasan fisik. Mengingat hal tersebut, Dimas memberikan pesan yang penuh makna, "Untuk adik-adik, jangan takut untuk berkuliah dan meraih pendidikan tinggi. Karena kita semua sama di mata Tuhan. Yang penting kita semangat dan jangan pernah putus asa."
Dimas Dwi Putra adalah contoh nyata bahwa dengan tekad dan dukungan yang tepat, setiap individu dapat meraih prestasi tinggi meskipun dengan keterbatasan. Kisahnya adalah bukti bahwa pendidikan inklusi bukan sekadar konsep, tetapi sebuah realitas yang dapat dicapai.
Contact Info:
Email : cagarfoundation.info@gmail.com
Website : cagarfoundation.org
Instagram : @cagarfoundation
Whatsapp : +62-812-1034-1364
