Profil Donatur
       Logout
Phone: (+62) 857 1539 2888 info.cagarfoundation@gmail.com

Cagar

  • Home
  • Layanan Donatur
    • Registrasi Donatur
    • Konfirmasi Donasi
    • Rekening Donasi
    • Jemput Donasi
    • Login Donatur
  • Program
    • Be A Special
      • Penyerahan donasi beasiswa pendidikan
      • Be A Special
    • Qurbanisasi (Qurban Istimewa Nasional)
      • BERKAH KURBAN BAGI SESAMA
    • Nusa Indonesia
      • Rumah Zakat Menyalurkan Bantuan Pangan (Nutrisi Anak Spesial) kepada anak binaan CAGAR Foundation
      • Ucapan Terima kasih dan Apresiasi kepada yang telah berkontribusi untuk program nusa indonesia
      • PROGRAM NUSA
    • Program Kami
  • Panduan
    • Panduan Donasi Online
    • Panduan Jemput Donasi
    • Semua Panduan
  • Berita
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Kontak
  • Galeri
  • Donasi
07 Jul

CIF Mengubah Lahan Tidur Menjadi Lahan Produksi Pangan

2025-07-07 10:53:59 By Cagar Foundation Berita 358 Views

CIF, Bandung Barat - Cagar Inklusi Farm (CIF) yang beraktivitas di Kabupaten Bandung Barat, sejak 2024 hingga medio 2025 ini terus berikhtiar menjadikan asset lahan wakaf Yayasan Cagar menjadi lahan pertanian produktif.

Dimulai dari luasan sekitar 2500 meter persegi untuk kegiatan penanaman jenis sayur-sayuran seperti kangkong, sawi, caisim, pakcoy, cabai, terong ungu, hingga kacang Panjang telah menunjukan bahwa lahan yang terbengkalai sejak 7 (tujuh) tahun lalu menjadi hijau dan memberikan hasil positif dan berdampak sosial. Secara estafet langkah lain pun dilakukan dan dukungan mitra mengalir, seperti dari Lembaga Amil Zakat Nasional yakni Lazis Muhammadiyah dan dunia perbankan yaitu BTN dalam program TJSL (Tanggung Jawan Sosial dan Lingkungan). Luasan lahan garapan diperluas hingga 4500 meter persegi dengan ragam kegiatan menanam pohon penghijauan seperti alpukat, kelapa, sengon, jati, bambu, pisang, dan dibangun fasilitas seperti saung, sanitasi dan sarana air bersih.

Tak sampai hitungan 10 bulan kegiatan-kegiatan tersebut berjalan dengan baik dan memberikan dampak luas bagi petani, masyarakat juga lingkungan desa di mana lahan tersebut diproduktifkan serta para mitra pendukung program. Tak kala ketinggalan, yakni kegiatan IBK (Insan Berkemampuan Khusus) Berkebun pun digelar sebanyak 2 (dua) sesi dengan melibatkan lebih dari 30 Anak-anak Autis dan guru pendamping. Kegiatan seperti bercocok tanam, melukis, heking hingga menangkap ikan di kola mini dikemas secara outdoor. Sementara itu, untuk membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat termasuk para petani dalam mengelola lahan tidur digelar pelatihan secara bersama. Mengambil topik seputar meningkatkan produktivitas dan peluang pemasaran produk-produk pertanian pun mendapatkan sambutan dan antusiasme yang besar.

 

Mendorong Pertumbuhan Berdampak di Lahan Tidur

CIF sebagai model penggerak lahan tidur yang terletak di Desa Wangunjaya, Kecamatan Cisomang Barat ini, pun mendapatkan amanah tugas di bidang penggemukan domba Garut di lahan tersebut. Dengan dipercayai oleh investor, program Kavling Ternak (Kater) Domba pun digarap untuk memenuhi kebutuhan stok hewan Qurban di 2025.

Bangunan kandang yang mampu menampung hingga 100 ekor domba tersebut akhirnya terisi 70 ekor domba Garut. Hasil pencapaiannya yaitu mampu memenuhi permintaan hewan Qurban untuk internal Yayasan Cagar dan beberapa ekor domba betina yang berpotensi untuk pembibitan (breeding) pun disiapkan untuk lanjutan program pasca Qurban hingga saat ini.

Kini, CIF di Bandung Barat terus melakukan inovasi program untuk dapat lebih mengoptimalkan luasan lahan sekitar 4,8 hektare tersebut.

Upaya mengandeng investor terus ditingkatkan. Di awal Juli ini jalinan kolaborasi pun semakin menguat. Pertama, lahan seluas 3,6 hektar akan dilakukan pembudidayaan tanaman sereh wangi oleh kelompok pelaku usaha. Mereka akan memulai kegiatannya di medio Juli 2025.

Potensi budidaya sereh wangi (Cymbopogon nardus) bagi dunia bisnis sangat besar, terutama karena minyak atsiri yang diekstraksi darinya memiliki beragam aplikasi di berbagai industry: kosmetik, perawatan pribadi, aroma terapi, makanan dan minuman, hingga industri rumah tangga dan berpotensi ekspor.

Bersamaan dengan kolaborasi tersebut, CIF kembali mendapatkan kepercayaan mengelola revolving fund atas prestasi kinerja tahap sebelumnya di Bandung Barat tersebut. Investor memberikan kesempatan CIF untuk mengembangkan kegiatannya seperti membangun Kebun Cabai dengan populasi lebih dari 2000 pohon, pengelolaan breeding domba Garut, budidaya tanaman sayur-mayur dan budidaya jahe merah. Kegiatan ini, di Juli pun sedang berjalan dan diharapkan 2-3 bulan ke depan sudah mendapatkan hasil dari program tersebut.

 

CIF Terus Mencari Mitra Usaha Sosial

 

Tidak saja berbuah positif dari pengelolaan lahan di Bandung Barat sebagai pembelajaran bersama. Aktivitas “rugi” pun dialami secara natural di lahan kelolaan yang kondisi alamnya pun berdiri dari kawasan persawahan basah, perbukitan, hingga lereng-lereng perbatasan lahan.

Mencoba bercocok tanam padi, karena kebanyakan masyarakat disekitar lahan menanam jenis tanaman ini. Namun yang didapati adalah dua kali kegagalan, gagal panen meski pertumbuhan sedari awal hingga bulan ke-2 menunjukan hasil cukup menggemberikan. Selain itu, budidaya ikan air tawar pun dilakoni dengan memanfaatkan lahan persawahan untuk dibuat menjadi kolam ikan. Nampaknya, dinding-dinding kolam pun tak mampu menahan keluar air yang masuk kolam sehingga beberapa waktu kolam sudah terlihat bagian dasarnya. Meskipun ikan-ikan di dalamnya tetap menampakan kehidupannya.

Dengan kondisi demikian, CIF tak lagi terhenti langkahnya. Dan, pacuan langkah pun mulai dikelola. Bukti bahwa dengan hadirnya para investor sebagai mitra pengelola lahan Yayasan Cagar, CIF menemukan “seni pertanian” yang kebanyakan orang menyebutnya dengan pola “tumpangsari”.

Dengan tekad untuk mendukung optimalisasi lahan dan memberikan benefit yang luas, CIF akan mengelola pola tumpangsari mengan membudidayakan tanaman jahe merah di lahan-lahan yang tersedia di kawasan Bandung Barat ini.

Potensi jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) sangat menjanjikan bagi dunia bisnis, terutama karena permintaan pasar yang tinggi dan beragamnya produk turunan yang bisa dihasilkan. Jahe merah dikenal dengan kandungan gingerol yang lebih tinggi dibandingkan jahe jenis lain.

Jahe merah dapat menjawab kebutuhan-kebutuhan seperti restoran, kebutuhan rumah tangga, industri makanan/minuman sebagai bumbu masakan, industri jamu rumahan atau makanan ringan, industri farmasi dan herbal, industri kosmetik maupun perawatan pribadi.

Mari kita dukung optimalisasi lahan sekaligus melakukan pemberdayaan ekonomi dan menciptakan peluang besar berbasis pertanian kekinian ini di Bandung Barat bersama Cagar Foundation. (cif/suh/2025)

 

  • Share This Story

Program Kami

  • Be A Special
  • Qurbanisasi (Qurban Istimewa Nasional)
  • Nusa Indonesia
  • SEDEKAH JUM'AT
  • SUPER SPESIAL
  • RUMAH ISTIMEWA
  • MAPAN IBK (Program Kemandirian & Pemberdayaan Insan Berkemampuan Khusus)
  • Hasil Karya Mapan IBK

Berita Terbaru

  • Popular
  • Recent
  • Kisah Imam Al Warraq, Orangtua Anak Berkebutuhan Khusus 2018-12-12 13:34:16
  • 10 Penyandang Disabilitas Di Indonesia Yang Berprestasi 2020-01-28 11:13:52
  • Kisah Anak-anak Penghafal Qur’an yang Akan Membuatmu Menangis Haru 2021-06-22 10:10:29
  • apa itu disabilitas sensorik? 2019-11-13 13:55:24
  • Akses Kesehatan untuk Semua: Skrining Jantung IDAI kepada Anak Berkebutuhan Khusus Rumah Autis Tanjung Priok 2026-04-09 10:05:43
  • Ramadhan Inklusif Bersama Cagar Foundation 2026-04-07 15:02:07
  • Ramadhan Ceria, Semua Anak Istimewa 2026-04-07 11:48:44
  • Petani Binaan CIF “Diserbu” 2026-01-29 10:37:30
  • >

About Us

YAYASAN CAHAYA KELUARGA FITRAH

  • Kantor  :  

    Jl.Dr.Ratna No.10 B, Jatikramat, Jatiasih. Bekasi.

  • Phone  : 

    (+62) 857 1539 2888

  • Email   :

    info.cagarfoundation@gmail.com

Social Media

Follow Our Social Media:

  • Yayasan Cahaya Keluarga Fitrah
  • CagarFoundation
  • cagarfoundation

© Copyright 2023 | CAGAR Foundation