Tidak hanya anak normal saja yang bisa tantrum, namun anak autis juga bisa mengalami tantrum. Banyak cara mengatasi anak tantrum pada anak yang tumbuh normal, tapi bagaimana cara menghadapi anak autis yang tantrum?
1. Berbicara ada anak dengan jelas
Saat anak mengamuk dan tantrum, ibu harus bisa berbicara pada anak dengan jelas dan bisa dipahami anak. Ajaklah anak berbicara sebagai salah satu langkah untuk menenangkan anak autis yang tantrum. Jangan memberikan ekspresi yang membuat anak semakin takut atau histeris, namun berbicaralah pada anak dengan baik dan lembut agar anak juga bisa lebih tenang.
2. Ketahui penyebab anak tantrum
Tiba-tiba anak menjadi tantrum tentu ada penyebabnya. Ibu harus mencari tahu dulu apa yang menyebabkan anak tantrum, apakah karena ia menginginkan sesuatu atau ia kehilangan benda kesayangannya. Dengan begitu ibu bisa memenuhi keinginannya atau menemukan kembali benda kesayangannya yang hilang.
3. Gunakan objek lain sebagai pengalihan
Saat anak autis menangis tantrum, alihkan perhatian anak pada objek lain yang lebih menarik dan bisa membuatnya lebih tenang. Dengan mengalihkan perhatian anak ini, bisa membuat anak lupa dengan apa yang telah membuatnya menangis dan tantrum.
4. Bawa anak ke tempat yang lebih tenang
Salah satu penyebab anak tantrum bisa karena faktor lingkungan yang tidak nyaman baginya, seperti panas, pengap, tempat yang terlalu ramai atau tempat yang terlalu berisik. Maka dari itu, cobalah bawa anak untuk berjalan-jalan keluar atau pindah ke ruangan yang lebih nyaman dan tenang.
5. Kenali sifat dan karakteristik anak
Sebagai orang tua dari anak yang mengalai autis, ibu harus tahu dan mengenali sifat dan karakter anak. Dengan begitu ibu akan lebih mudah tahu dan hafal dengan kebiasaan anak, hal-hal yang membuatnya merasa senang dan hal-hal yang membuatnya menjadi tidak nyaman, marah dan menangis.Jika ibu sudah kenal dengan tabiat anak, maka bisa dengan mudah mengerti keinginan anak dan akan lebih mudah juga untuk menenangkan anak.
6. Salurkan energi positif pada anak
Meski sudah tahu cara sabar menghadapi anak rewel, tapi tetap saja anak yang tidak mau tenang dengan mudah masih saja menimbulkan perasaan jengkel, kesal dan marah pada ibu yang merupakan salah satu bentuk dari energi negatif.
Sebaiknya buang perasaan itu dan tetaplah tenang dan rileks sebagai bentuk dari energi positif. Jika ibu tetap merasa positif, energi itu bisa tersalurkan ada anak dan membuat anak lebih merasa nyaman.
