BANDA ACEH - Baitul Mal Aceh (BMA) menganggarkan dana sebesar Rp 420 juta untuk membiayai pendidikan anak berkebutuhan khusus di Aceh. Penganggaran itu termasuk program baru BMA dalam pemberdayaan umat di tahun 2018.
Selain bantuan pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus, yang masuk dalam program baru BMA adalah bantuan gampong produktif dan program pendampingan syariah bagi mualaf di Aceh. Hal itu disampaikan Plt Kepala Baitul Mal Aceh, Zamzami Abdulrani SSos, Kamis (8/2).
Dia mengatakan, pihaknya sepakat menambah tiga program baru tersebut mengingat manfaatnya yang besar bagi masyarakat. Dicontohkan, biaya pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus sangat diperlukan guna meringankan beban keluarganya. “Baitul Mal Aceh ingin meringankan beban ekonomi keluarga miskin yang dianugerahi anak berkebutuhan khusus,” kata Zamzami.
Disebutkan, pada tahun ini Baitul Mal merencanakan alokasi anggaran sebesar Rp 420 juta untuk 50 mustahik atau Rp 700 ribu per bulan selama setahun, untuk biaya pendidikan anak berkebutuhan khusus.
Sementara untuk program gampong produktif, kata Zamzami, bantuan diberikan kepada gampong yang memiliki potensi dan produk usaha mikro masyarakat. Baitul Mal Aceh menganggarkan dana sebesar Rp 500 juta untuk 10 gampong. “Untuk pendataan program ini, Baitul Mal Aceh akan berkoordinasi dengan Baitul Mal kabupaten/kota,” jelasnya.
Zamzami menambahkan, program ketiga yakni pendampingan syariah bagi mualaf dilakukan untuk meningkatkan pemahaman tentang agama Islam, ibadah, dan muamalah. Sasaran program ini yaitu keluarga muallaf yang baru masuk Islam dan berdomisili di Aceh.
“Untuk pendampingan syariah ini, Baitul Mal menganggarkan dana zakat sebesar Rp 96 juta,” kata Zamzami. Ditambahkan, kegiatan tersebut dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dengan menggunakan metode pendidikan orang dewasa.
Sementara itu Baitul Mal Banda Aceh tahun ini mulai menyediakan beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu. Saat ini beasiswa tersebut sudah memasuki tahap pemberkasan dan ditargetkan dapat dicairkan dalam waktu dekat. Hal itu disampaikan Kepala Baitul Mal Banda Aceh, Safwani Zainun, kepada Serambi, kemarin.
Dijelaskan, dalam memberikan beasiswa bagi mahasiswa miskin itu Baitul Mal Banda Aceh bekerja sama dengan Politeknik Aceh. Baitul Mal sudah menyeleksi 15 mahasiswa Banda Aceh yang dinyatakan layak sebagai penerima beasiswa. “Saat ini berkas para penerima beasiswa itu sedang diproses, diperkirakan dalam 1-3 bulan kedepan dananya sudah bisa ditransfer,” jelasnya.
Untuk tahap awal, Baitul Mal akan menganggarkan dana sekitar Rp 100 jutaan dan akan disalurkan ke 15 penerima. Alasan Baitul Mal memilih bekerja sama dengan Politeknik, karena biaya SPP di kampus tersebut tergolong mahal, yaitu sekitar Rp 6 juta.
“Apalagi jurusannya yang diambil oleh penerima beasiswa ini merupakan jurusan yang dibutuhkan dan bisa dikatakan mudah mencari kerja nantinya,” ujarnya.
Dikatakan, tahun ini Baitul Mal Kota juga memperbesar dana santunan untuk fakir renta, yang sebelumnya Rp 350 ribu per bulan menjadi Rp 400 ribu. Santunan itu diberikan kepada 500-an penerima. Menurut Safwani, santunan itu tidak diberikan batasan jumlah penerimanya, karena para fakir renta itu merupakan salah satu penerima utama zakat.
Sumber : Tribunnews Aceh
