Siswa Rumah Autis Cabang Tanjung Priok mendapatkan kesempatan pemeriksaan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang menyelenggarakan kegiatan pemeriksaan kesehatan dan edukasi bagi anak-anak berkebutuhan khusus sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
Kegiatan ini diawali dengan pemeriksaan jantung secara langsung oleh dr. Piprim Basarah Yanuarso bersama tim IDAI melalui layanan skrining echocardiography. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini adanya kelainan atau gangguan jantung, khususnya pada anak-anak berkebutuhan khusus yang memiliki keterbatasan dalam menyampaikan keluhan kesehatan.
Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, dr. Piprim Basarah Yanuarso, menegaskan pentingnya skrining jantung pada anak-anak dengan disabilitas termasuk anak dengan Autisma maupun down syndrome. Beliau menyampaikan bahwa sebagian anak, seperti anak dengan Down Syndrome, memiliki risiko tinggi terhadap kelainan jantung bawaan sehingga memerlukan deteksi sejak dini. Melalui layanan skrining gratis ini, IDAI berupaya membuka akses yang lebih luas bagi keluarga yang selama ini terkendala biaya maupun keterbatasan layanan kesehatan.
Duta Peduli Autis, Marcella Zalianty, dalam kesempatan yang sama hadir, juga menekankan pentingnya perhatian khusus terhadap kondisi kesehatan anak-anak autis. Menurutnya, anak-anak dengan spektrum autisme sangat rentan karena tidak selalu mampu mengungkapkan rasa sakit atau ketidaknyamanan yang mereka alami. Oleh karena itu, skrining kesehatan, khususnya pemeriksaan jantung, menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi mereka tetap terpantau.
Marcella juga menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan skrining gratis oleh IDAI, mengingat biaya pemeriksaan jantung yang relatif tinggi dan akses layanan yang masih terbatas. Ia berharap kegiatan serupa dapat diperluas tidak hanya di Jakarta, tetapi juga menjangkau berbagai daerah di Indonesia agar lebih banyak anak berkebutuhan khusus mendapatkan layanan yang sama.
Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan ini juga diisi dengan sesi nonton bareng (nobar) film edukatif Menolak Lupa, yang bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kepedulian terhadap kesehatan anak dan lingkungan sekitarnya. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kesehatan bersama dr. Irene Yuniar dari RSCM yang mengangkat tema bahaya mikroplastik terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak. Dalam sesi ini disampaikan bahwa paparan mikroplastik dalam kehidupan sehari-hari dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap kesehatan, sehingga diperlukan kewaspadaan dan edukasi bagi orang tua serta pendamping.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kesadaran yang lebih luas mengenai pentingnya deteksi dini kesehatan, pemeriksaan berkala, serta pemahaman terhadap faktor lingkungan yang memengaruhi tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus. Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif, merata, dan berkelanjutan bagi seluruh anak Indonesia
Kegiatan ini juga dalam rangka memperingati Hari Peduli Autis Sedunia 2026
