Profil Donatur
       Logout
Phone: (+62) 857 1539 2888 info.cagarfoundation@gmail.com

Cagar

  • Home
  • Layanan Donatur
    • Registrasi Donatur
    • Konfirmasi Donasi
    • Rekening Donasi
    • Jemput Donasi
    • Login Donatur
  • Program
    • Cagar Explore
      • Belum Ada Kegiatan
    • Be A Special
      • Penyerahan donasi beasiswa pendidikan
      • Be A Special
    • Kebunesia.id
      • CIF Mengubah Lahan Tidur Menjadi Lahan Produksi Pangan
    • Program Kami
  • Panduan
    • Panduan Donasi Online
    • Panduan Jemput Donasi
    • Semua Panduan
  • Berita
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Kontak
  • Galeri
  • Donasi
27 Feb

10 Gejala Autisme Yang Perlu Diketahui

2018-02-27 09:14:12 By Admin Berita 935 Views

Autisme adalah kelainan perkembangan sistem saraf pada seseorang yang pada umumnya dapat didiagnosis sejak bayi pada usia 6 bulan atau di bawah 3 tahun. Sangatlah penting untuk mengetahui gejala-gejalanya sedini mungkin, agar autisme dapat ditangani secara intensif sehingga membantu para penyandang autisme untuk menyesuaikan diri dalam kehidupan sehari-hari, serta dapat mengembangkan potensi yang mereka miliki secara maksimal.

Gejala- Gejala Autisme:

Komunikasi verbal maupun nonverbal

1. Kemampuan berbahasa mengalami keterlambatan atau sama sekali tidak dapat berbicara, termasuk masalah penggunaan dan pemahaman bahasa. Namun apabila bisa bicara, tidak ditujukan untuk komunikasi/inisiasi dan nada bicaranya monoton seperti robot. Beberapa anak mengalami Ekolalia (meniru atau membeo), menirukan kata, kalimat atau lagu tanpa paham makna dan artinya.

2. Bila menginginkan sesuatu ia menarik tangan yang terdekat dan memperlakukan tangan tersebut sekedar sebagai alat untuk melakukan sesuatu untuknya.

Interaksi Sosial

3. Tidak merespons saat namanya dipanggil, meski kemampuan pendengarannya normal.

4. Cenderung menolak/menghindari kontak mata.

5. Tidak ada usaha untuk melakukan interaksi dengan orang malah lebih asyik main sendiri dan akan menjauh apabila didekati orang lain.

6. Tidak ada atau kurangnya rasa empati, misalnya melihat anak menangis ia tidak merasa kasihan melainkan merasa terganggu dan anak yang sedang menangis tersebut mungkin didatangi dan dipukul.

Pola Perilaku, Perasaan, dan Emosi

7. Ada kelekatan pada suatu benda yang terus dipegangnya dan dibawa ke mana-mana. Perilaku yang ritualistik sering terjadi.

8. Terlihat adanya perilaku yang berlebihan (excessive) seperti tidak bisa diam, lari ke sana-sini tak terarah, melompat-lompat, berputar-putar, memukul-mukul suatu benda, mengulang-ulang suatu gerakan tertentu. Sedangkan contoh perilaku yang kekurangan (deficient) adalah duduk diam bengong dengan tatap mata yang kosong, bermain secara monoton dan kurang variatif secara berulang-ulang, duduk diam terpukau terhadap sesuatu hal misalnya bayangan, atau benda yang berputar.

9. Tertawa-tawa sendiri, menangis atau marah-marah (temper tantrum) tanpa sebab yang nyata, terutama bila tidak mendapatkan apa yang diinginkan, bahkan bisa menjadi agresif dan destruktif.

10. Cenderung sensitif terhadap cahaya, sentuhan, atau suara, penciuman dan rasa (lidah) tapi tidak merespons terhadap rasa sakit.

Poin-poin di atas tidak harus selalu ada semua pada setiap penyandang autisme. Pada seseorang mungkin hampir semua gejala di atas ada, tapi pada anak lainnya mungkin hanya terdapat beberapa saja. Segera periksakan diri apabila terdapat sebagian sifat dari poin-poin di atas kepada dokter spesialis anak (Sp.A) dan dokter spesialis kedokteran jiwa (Sp.KJ).

Adriana Soekandar Ginandjar dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia mengatakan, gejala autis berbeda dengan telat bicara. Anak yang telat bicara tetap bisa memahami cara berkomunikasi dengan orang sekitarnya. Komunikasi bisa berjalan dengan memanfaatkan non-verbal. Bila ingin sesuatu, dia akan menunjuk barang itu. “Kalau anak autis mau sesuatu, dia akan menarik tangan kita untuk menunjuk apa yang dia mau,” kata dia,

Dokter Rini Sekartini dari Ikatan Dokter Anak Indonesia mewanti-wanti orangtua agar mengamati perkembangan anak dari semua aspek. Gejala autisme bisa dideteksi sejak dini bila orangtua seksama memantau tumbuh kembang anak sesuai dengan bertambahnya usia. Tak hanya kemampuan motorik yang mudah dilihat, tetapi juga kemampuan bicara dan bersosialisasi dengan orang sekitar. "Kalau ada kemampuan yang belum sesuai dengan usia, segera periksa ke ahli psikiatri," tambahnya.

Sumber : neraca.co.id

  • Share This Story

Program Kami

  • Cagar Explore
  • Be A Special
  • Kebunesia.id

Berita Terbaru

  • Popular
  • Recent
  • Kisah Imam Al Warraq, Orangtua Anak Berkebutuhan Khusus 2018-12-12 13:34:16
  • 10 Penyandang Disabilitas Di Indonesia Yang Berprestasi 2020-01-28 11:13:52
  • Kisah Anak-anak Penghafal Qur’an yang Akan Membuatmu Menangis Haru 2021-06-22 10:10:29
  • apa itu disabilitas sensorik? 2019-11-13 13:55:24
  • Merajut Kebersamaan dengan Insan Spesial di Lahan Wakaf Cagar - Bandung Barat 2026-06-24 13:59:10
  • Wujudkan Layanan Disabilitas Terbaik, Cagar Foundation Ikuti Pelatihan Manajemen Lembaga Kesejahteraan Sosial dan Persiapkan Reakreditasi 2026-06-15 14:10:33
  • Qurban Spesial Semakin Istimewa 2026-06-09 14:14:43
  • Akses Kesehatan untuk Semua: Skrining Jantung IDAI kepada Anak Berkebutuhan Khusus Rumah Autis Tanjung Priok 2026-04-09 10:05:43
  • >

About Us

YAYASAN CAHAYA KELUARGA FITRAH

  • Kantor  :  

    Jl.Dr.Ratna No.10 B, Jatikramat, Jatiasih. Bekasi.

  • Phone  : 

    (+62) 857 1539 2888

  • Email   :

    info.cagarfoundation@gmail.com

Social Media

Follow Our Social Media:

  • Yayasan Cahaya Keluarga Fitrah
  • CagarFoundation
  • cagarfoundation

© Copyright 2023 | CAGAR Foundation